Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konservasi Orangutan Kalimantan, Pulih dari Luka Jerat Kembali ke Alam Liar

Konservasi Orangutan Kalimantan. Dua bulan lalu, Orangutan kalimantan dewasa betina ini, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan akibat terkena jeratan.

Selasa, 18 April 2023
A A
Konservasi Orangutan Kalimantan, pelepasliaran orangutan di kawasan Hutan Nipah Kuning, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Konservasi Orangutan Kalimantan, pelepasliaran orangutan di kawasan Hutan Nipah Kuning, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com ­– Kabar bahagia konservasi Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) datang dari Kalimantan Barat. Satu individu Orangutan kalimatan liar yang diselamatkan dari jeratan, kini dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Dua bulan lalu, orangutan berkelamin betina diperkirakan berumur 30 tahun, ditemukan dengan kondisi memprihatinkan terkena jeratan.

“Saat ditemukan orangutan dalam kondisi lemas dan kesulitan bergerak akibat luka jeratan pada pergelangan tangannya,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo.

Baca Juga: Kisah Megaloman, Orangutan Sumatera Kembali ke Habitatnya

Orangutan liar tersebut diselamatkan dari jeratan oleh tim BKSDA Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama LPHD Pemangkat dan Yayasan IAR Indonesia, pada tanggal 24 Februari 2023, dari di kawasan hutan Dusun Penyekam Raya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah berhasil diselamatkan, kata Wiwied, selanjutnya orangutan tersebut dirawat dan menjalani rehabilitasi di tempat rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia.

“Lebih kurang dua bulan di tempat rehabilitasi, kondisi orangutan menunjukkan perkembangan yang baik dari hari ke hari, luka pergelangan pulih dan tangan bisa digunakan secara normal, hingga akhirnya siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” ungkap Wiwied.

Baca Juga: Kabar Gembira Konservasi, Populasi Elang Jawa di Gunung Halimun Bertambah

Pada Sabtu, 15 April 2023, kata Wiwied, satwa yang dilindungi itu dilepasliarkan di kawasan Hutan Nipah Kuning, merupakan kawasan hutan terdekat dari lokasi satwa ditemukan terkena jerat.

Wiwied menjelaskan, kawasan Hutan Nipah Kuning dianggap sesuai dengan tipe habitat orangutan karena banyak vegetasi yang dapat dikonsumsi orangutan tersebut.

“Selain kesesuaian tipe habitat bagi orangutan, kawasan Hutan Nipah Kuning juga dianggap aman dari berbagai macam gangguan karena lokasinya jauh dari aktivitas manusia,” kata Wiwied.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Kalimantan Baratkonflik orangutan dengan wargakonservasi Orangutan kalimantanMengenal orangutan tapanuliOrangutan kalimantan

Editor

Next Post
Episentrum gempa dangkal di Provinsi Bengkulu pada Rabu, 19 April 2023. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Aktivitas Lempeng Indo Australia Kembali Picu Gempa di Provinsi Bengkulu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media