Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Krisdyatmiko: Kebijakan Bagi-bagi Rice Cooker Tidak Tepat dan Boros Energi

Jumat, 13 Oktober 2023
A A
Dosen Fisipol UGM Dr. Krisdyatmiko. Foto kagama.co.

Dosen Fisipol UGM Dr. Krisdyatmiko. Foto kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

Justifikasi membandingkan dengan keluarga yang selama ini menggunakan gas itu akan lebih murah sekian ribu per bulan apabila memasak nasi atau bahan pangan yang lain beralih menggunakan listrik. Dalam praktiknya masih ada keluarga yang tidak menggunakan gas untuk memasak. Tentunya akan menambah biaya untuk mereka.

Baca Juga: Rice Cooker Gratis Kurangi Impor LPG, DPR: Emak-emak Lebih Butuh Pangan Murah

Hal yang perlu digaris bawahi terkait kebijakan pembagian rice cooker adalah terkait perbaikan data, mempertimbangkan penambahan beban keluarga, dan bansos itu seharusnya bersifat sementara sehingga tidak boleh terus menerus.

Kebijakan itu bisa dilihat dari jangka waktunya, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Apabila kebijakan bansos termasuk dalam perlindungan jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjangnya berupa jaminan sosial seperti asuransi sampai pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan.

“Saat ini yang perlu dikaji adalah dampak kemarau yang berkepanjangan kepada masyarakat dan bagaimana kerentanan yang mereka hadapi. Iitu yang disupport. Prediksi saya saat ini adalah air dan berkaitan dengan pangan, bukan bantuan rice cooker. Jadi jangan tentang alat memasaknya tetapi apa yang dimasak oleh masyarakat,” tutur Krisdyatmiko.

Baca Juga: Delegasi Muda Sepakati 4 Poin Deklarasi Pemuda AIS

Membicarakan rice cooker, keluarga di Indonesia sudah banyak memanfaatkan alat itu sehingga akan menimbulkan pemborosan. Yang dikhawatirkan adalah akan ada oknum-oknum yang ketika sudah menerima bantuan, kemudian menjualnya, meskipun secara ketentuannya tidak diperbolehkan untuk dijual kembali.

“Pada konteks kekinian, masyarakat sedang membutuhkan bahan pangan. Bisa saja rice cooker tersebut dijual agar ada anggaran pengadaan pangan bagi keluarga. Jadi perlu dikaji masyarakat mana yang paling terdampak kekeringan ini,” kata Krisdyatmiko.

Pemerintah memberikan support dalam jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pangan, bukan alat untuk memasak. Pada jangka menengah dan jangka panjang adalah bagaimana mengatasi masyarakat tersebut tidak terdampak. Artinya, bisa mandiri, berdaya, dan memanfaatkan potensi lokal sebagai basis penghidupan mereka. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Data Terpadu Kesejahteraan SosialDosen Fisipol UGM Krisdyatmikoenergi terbarukankemarau panjangrawan panganrice cooker

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Krisis Air Ancaman Nyata dari Dampak Emisi GRK dan Pertambahan Penduduk

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media