Untuk memastikan infeksi secara medis, pemeriksaan dapat dilakukan melalui feses kucing, meskipun hasilnya tidak selalu akurat. Pemeriksaan lanjutan seperti PCR atau uji imunologi juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan hewan.
Baca juga: Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
Sementara sumber penularan utama terhadap manusia, justru bukan dari kucing. Melainkan dari makanan yang dikonsumsi manusia. Terutama daging yang dimasak tidak sempurna serta sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih.
“Lebih dari 80 persen kasus infeksi berasal dari makanan,” ungkap dia.
Mengenai kaitan toksoplasmosis dengan kemandulan, sejauh ini tidak ada bukti toksoplasmosis secara langsung menyebabkan kemandulan. Namun pada ibu hamil, infeksi toksoplasma bisa menyebabkan keguguran atau gangguan pada janin, terutama pada trimester awal.
Baca juga: Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
Ia juga menekankan perempuan hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan tidak perlu menyingkirkan kucing dari rumah. Yang terpenting adalah menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing, menggunakan sarung tangan saat membersihkan litter box, serta selalu mencuci tangan hingga bersih.
“Yang paling penting itu kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan kebiasaan cuci tangan. Jangan langsung makan setelah memegang kucing tanpa mencuci tangan,” pesan dia.
Leni mengimbau masyarakat tidak takut memelihara kucing. Yang penting, jangan memberi daging mentah, bersihkan kotoran kucing setiap hari, gunakan sarung tangan, dan rutin membawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan. [WLC02]
Sumber: IPB University






Discussion about this post