Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lalat Bisa Membantu Pakar Forensik Mengungkap Kasus Kriminal

Dalam kasus-kasus pembunuhan, serangga membantu peran forensik mengungkap waktu kematian korban. Serangga apa sajakah itu?

Jumat, 23 September 2022
A A
Ilustrasi lalat. Foto Nennieinszweidrei/pixabay.com

Ilustrasi lalat. Foto Nennieinszweidrei/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Serangga merupakan binatang purba yang telah ada di bumi sejak 350 juta tahun lalu. Bahkan studi tentang serangga dan kerabat arthopoda dapat memberikan informasi mengenai pengungkapan masalah hukum baik perdata maupun pidana.

“Ada berbagai jenis ahli forensik entomologi di luar sana yang mencoba menemukan serangga untuk membantu dalam penyelidikan kasus kriminal atau pembunuhan di perkotaan mereka,” jelas Pakar Forensik Entomologi University of Florida, Dr. Jason H. Byrd dalam acara webinar Airlangga Veterinary Forensics Summer Course (AVFSC) yang berjudul Wildlife Veterinary Forensics For Balancing The World pada 7 September 2022.

Jason menjelaskan pada kasus tertentu, aparat kepolisian, agen detektif, maupun ahli entomologi forensik mencoba menemukan serangga yang berada di sekitar tubuh korban. Lantaran keberadaan serangga tersebut dapat membantu mengungkapkan dan menentukan perkiraan waktu kematian korban.

Baca Juga: Dewi Apri Astuti: Black Soldier Fly Penghasil Pakan Ternak Lebih Sehat dan Murah

Adanya investigasi serangga pada korban dapat menentukan waktu kematian yang sedikit relatif lama. Mengingat waktu kematian korban dengan waktu kolonisasi atau periode aktivitas serangga membutuhkan jeda waktu tertentu.

“Dapatkah Anda menentukan waktu kematian korban yang membutuhkan sedikit lebih banyak penjelasan rinci? Anda mungkin pernah mendengar waktu kematian korban versus waktu kolonisasi atau periode aktivitas serangga. Itu kata lain komunitas entomologi forensik untuk menentukan waktu kematian korban,” ujar Jason.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: kasus kriminalkorban pembunuhanlalatlalat hijaumaggotpakar forensikseranggawaktu kematian

Editor

Next Post
Gempa kembali guncang Aceh. Pagi ini, Sabtu, 24 September 2022, gempa 6,4 magnitudo guncang Aceh dengan pusat gempa berada di laut. Foto BMKG.

Gempa kembali Guncang Aceh, Pagi ini 6,4 Magnitudo

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi hujan lebat. Foto Bru-nO/pixabay.com.BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gempa bumi M 6,4 mengguncang Aceh dan Sumatra Utara, 3 Maret 2026. Foto BMKG.Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4
    In Bencana
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Gerhana bulan total hari ini Kamis, 8 November 2022, dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Foto tangkap layar Twitter BMKG.Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB
    In News
    Selasa, 3 Maret 2026
  • Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB UNiversity, Prof. Etty Riani. Foto CRPG Indonesia/youtube.Etty Riani, Yang Berpotensi Masuk Dalam Darah adalah Nanoplastik, Bukan Mikroplastik
    In Sosok
    Senin, 2 Maret 2026
  • Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum
    In IPTEK
    Senin, 2 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media