Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lapisan Ozon Diklaim Berangsur Pulih, Aktivis: Waspada Regulasi Solusi Palsu

Protokol Montreal yang ditandatangani 35 tahun lalu diklaim mampu memulihkan lapisan ozon yang rusak. Sementara aktivis lingkungan mengingatkan regulasi dan kebijakan pemerintah yang berisi solusi palsu terkait pelestarian lingkungan.

Selasa, 20 September 2022
A A
Ilustrasi lapisan ozon. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

Ilustrasi lapisan ozon. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Pemerintah Klaim Rehabilitasi 600 Ribu Ha Lahan Mangrove atasi Perubahan Iklim

Moko, panggilan akrabnya menjelaskan pemanasan global terjadi akibat berbagai penyebab. Salah satunya efek rumah kaca. Sumber emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di Indonesia berasal dari kebakaran hutan dan energi fosil untuk membangkitkan energi listrik.

Akibatnya, suhu bumi secara global menjadi tidak stabil. Dampaknya, gelombang panas melanda berbagai negara di belahan dunia.

“Dan suhu di Indonesia tidak kalah panasnya,” kata Moko, panggilan akrabnya. Contohnya seperti di Surabaya. Pada tahun atau bulan tertentu, Surabaya mengalami panas tertinggi, misalnya di tahun ini, antara pertengahan Mei Surabaya lagi panas-panasnya,” terang Moko.

Pemanasan global tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, melainkan juga berdampak buruk terjadinya krisis iklim yang semakin dekat. Kondisi ini dapat ditelisik dari fenomena-fenomena alam yang terjadi di kawasan-kawasan tertentu, seperti pesisir yang kerap kali mengalami banjir rob.

Baca Juga: Hujan Es, Dampak Perubahan Iklim dan Membawa Polutan

“Sehingga, narasi ‘tenggelam’ ya mungkin terjadi. Meskipun hanya sementara pada periode tertentu, apabila dibiarkan tanpa mitigasi tertentu bisa terjadi terus-menerus. Bahkan permanen,” ujar Moko yang aktif dalam advokasi lingkungan mendampingi masyarakat.

Mitigasi Krisis Iklim

Mengatasi krisis iklim memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, upaya ini masih bisa dilakukan dengan kolaborasi dan keseriusan dari berbagai pihak. Pada dasarnya, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan penggunaan emisi hingga tahun 2030 nanti. Namun komitmen itu nampak tidak sejalan dengan realita lantaran Indonesia ternyata masih melancarkan pembangunan PLTU batu bara hingga tahun 2050.

Sejumlah pesan mitigasi dipaparkan Moko dalam diskusi tersebut. Pertama, menghentikan bantuan dana bagi proyek batu bara karena dana adalah aspek paling utama. Kedua, mendorong masyarakat untuk terus melakukan perlawanan dan penentangan upaya perusakan lingkungan, meskipun tidak mudah dilakukan. Ketiga, para pembuat regulasi tidak memberikan solusi palsu, karena akan mengorbankan generasi selanjutnya di masa depan. [WLC02]

Sumber: PPID Kementerian LHK, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 350 Indonesiaaktivis lingkunganbahan perusak ozonCFCGRKHari Ozon SeduniaHCFCHFCKementerian LHKKrisis Iklimlapisan ozonpemanasan globalperubahan iklimProtokol Montreal

Editor

Next Post
Dampak gerakan tanah di Bogor, warga swadaya membangun jalan darurat. Foto Dok BNPB.

Gerakan Tanah di Bogor, Warga Terdampak Bertambah dan 11 KK Bertahan Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media