Kamis, 29 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lebah, Aktor Kunci Sistem Pertanian Berkelanjutan

Dengan membantu penyerbukan tanaman liar, lebah turut mempertahankan kelangsungan hidup berbagai spesies tumbuhan yang menjadi sumber pakan bagi hewan lain.

Senin, 19 Mei 2025
A A
Ilustrasi lebah tengah tergiur makanan. Foto maulut, Foto Myriams-Fotos dan ddesak utangi prosesnya. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi lebah tengah tergiur makanan. Foto maulut, Foto Myriams-Fotos dan ddesak utangi prosesnya. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lebah merupakan salah satu agen biologis terpenting dalam ekosistem pertanian. Sebab perannya sebagai penyerbuk utama bagi berbagai tanaman budi daya.

Kelompok ini termasuk dalam famili Apidae dan ordo Hymenoptera yang mencakup beragam jenis, seperti lebah madu (Apis spp.), lebah tak bersengat (Tetragonula, Heterotrigona), hingga lebah soliter seperti Megachile dan Xylocopa.

“Keberadaan lebah tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah aktor kunci dalam sistem pertanian berkelanjutan. Hilangnya populasi lebah akan berdampak langsung terhadap produksi pangan dunia, bahkan bisa memicu krisis ekologis yang luas,” papar Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Nadzirum Mubin menjelang peringatan Hari Lebah Sedunia esok, 20 Mei.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Naik Lagi di Luar Negeri, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh karena itu, melindungi lebah berarti melindungi masa depan pertanian dan ketahanan pangan umat manusia. Mengingat lebih dari 35 persen produksi pangan global bergantung pada jasa penyerbukan serangga dengan lebah sebagai kontributor utamanya.

“Keberadaan mereka sangat vital,” kata Nadzirum.

Tanaman seperti mangga, apel, kelengkeng, stroberi, mentimun, hingga cabai dan tomat menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen apabila penyerbuk alami seperti lebah hadir secara optimal.

Baca juga: Mengapa Warna Ayam Cemani Serba Hitam?

“Proses penyerbukan oleh lebah tidak hanya meningkatkan fruit set dan seed set, tetapi juga memperbaiki kualitas fisik buah, seperti bobot, warna, panjang, dan daya simpan,” sebut Nadzir.

Lebah tidak hanya berperan dalam peningkatan produktivitas tanaman pangan, tetapi juga dalam menjaga keanekaragaman hayati. Dengan membantu penyerbukan tanaman liar, lebah turut mempertahankan kelangsungan hidup berbagai spesies tumbuhan yang menjadi sumber pakan bagi hewan lain.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Proteksi TanamanIPB Universitylebah

Editor

Next Post
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto Geralt/pixabay.com.

Data Global Forest Watch, Kebakaran Jadi Penyebab Kehilangan Hutan Terbesar 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media