Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo: Potensi Material Energi Hijau atau Kutukan Panjang?

Sejumlah kandungan logam ditemukan dalam lumpur Lapindo di Sidoarjo. Peneliti kampus menyebutnya kandungan logam tersebut potensi untuk bahan baku energi hijau. Aktivis lingkungan menyebutnya kandungan logam itu adalah kutukan karena menyebabkan sejumlah penyakit.

Rabu, 2 Februari 2022
A A
Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Foto @WalhiJatim/twitter

Lumpur Lapindo di Sidoarjo. Foto @WalhiJatim/twitter

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami dapat belajar banyak mengenai cara eksplorasi dan eksploitasi logam tanah jarang dan material kritis,” kata Amien.

Kutukan panjang

Sementara Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur (Walhi Jatim) mengkritik pemberitaan sejumlah media massa yang menyebut temuan kandungan logam tanah jarang dalam lumpur Lapindo sebagai harta karun. Dalam utasan dadri status akun Twitter Walhi Jawa Timur @WalhiJatim yang diunggah 1 Februari 2022 menjelaskan, temuan berbagai jenis logam berat tersebut justru merupakan kutukan bagi warga Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon yaang terdampak semburan lumpur dari 2006-2008.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim Wahyu Eka S menjelaskan, hasil penelitian Walhi menunjukkan lumpur Lapindo mengandung logam berat jenis kadmium (Cd) rata-rata sebesar 0,30 mg/L dan timbal (Pb) sebesar 7,2876 mg/L. Volume logam berat tersebut disebut di atas batas aman bagi lingkungan yang ditentukan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 902 Tahun 2002.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

Kemudian pada riset 2016, juga ditemukan kandungan logam berat tersebut pada tubuh udang sebagai biota Sungai Porong yang menjadi lokasi pembuangan lumpur. Kandungan timbalnya 40-60 kali di atas ambang batas aman, kandungan Kadmium 2-3 kali di atas ambang batas aman.

Kandungan timbal dan kadmium juga terdeteksi dalam sumur warga di Gempolsari di Kecamatan Tanggulangin dan Glagaharum di Kecamatan Porong. Kandungan Timbal 2-3 kali di atas ambang batas aman dan kandungan Kadmium 2 kali di atas ambang batas aman. Akibatnya, air sumur di sekitar semburan lumpur tak bisa dikonsumsi untuk minum.

Di sisi lain, banyak warga yang selama 15 tahun masih tinggal dan beraktivitas di seputaran tanggul. Dalam jangka panjang, kualitas kesehatan tubuh yang terkontaminasi logam berat akan menurun. Kandungan timbal diduga menyebabkan gangguan kronis pada ginjal dan memicu penyakit jantung. Sedangkan kandungan kadmium diduga menyebabkan gangguan ginjal dan kekakuan paru.

“Lalu apa masih layak disebut harta karun?” demikian bunyi poster Walhi Jatim dalam utasan akun twitternya. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ambang batas amanbateraienergi hijauginjaljantungkadmiumkendaraan listriklithiumlogam tanah jaranglumpur Lapindo SidoarjoSungai Porongtimbal

Editor

Next Post
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori. Foto BNPB.

Kepala BNPB Terima Utusan Khusus PBB Bahas Persiapan GPDRR 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media