Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Luas Tutupan Hutan Pendidikan Gunung Walat Mencapai 95 Persen

HPGW tak hanya untuk praktikum dan penelitian, tapi juga ekowisata dan mengembangkan ekonomi masyarakat.

Rabu, 19 Februari 2025
A A
Mahasiswa Fahutan IPB University melakukan praktik lapangan di HPGW, Mei 2024. Foto gunungwalat.ipb/instagram.

Mahasiswa Fahutan IPB University melakukan praktik lapangan di HPGW, Mei 2024. Foto gunungwalat.ipb/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

“Tersedia beberapa jenis tegakan yang dapat digunakan untuk topik penelitian. Contohnya, pinus, agathis, dan karet,” ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fahutan IPB University, Farid Hasyim Kusuma, Selasa, 18 Februari 2025.

Selain mengimplementasikan fungsi tridarma perguruan tinggi, hadirnya HPGW juga sebagai penyeimbang kelestarian alam. Hal tersebut dibuktikan dengan kemunculan beberapa titik sumber air di sekitar HPGW yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pengairan lahan pertanian.

HPGW juga dapat digunakan sebagai lokasi wisata alam serta pengembangan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar HPGW, seperti getah pinus dan kopal yang dapat dijual.

Baca juga: Ini Perubahan Pasal-pasal dalam UU Minerba yang Disahkan DPR

Dalam pengembangan jasa ekowisata, pengelola HPGW membidik para pengunjung yang sudah jenuh dengan rutinitas sehari-hari di kota dengan menawarkan kedekatan suasana hutan dan pedesaan, mengamati keanekaragaman flora-fauna dan program-program ekowisata lainnya.

“Pengunjung HPGW juga difasilitasi dengan camping ground, rumah kayu, dan gedung serba guna. Fasilitas penginapan menunjang kegiatan penelitian selama di HPGW,” tutur Farid. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kehutanan IPB UniversityHPGWhutan milik negaraHutan Pendidikan Gunung Walat

Editor

Next Post
Episenter gempa 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Foto BMKG.

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Aceh Besar

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media