Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lumba-lumba Bongkok Indo-Pasifik Ditemukan di Perairan Serdang Bedagai

Temuan ini menjadi indikator ekologis, bahwa kondisi lingkungan laut di kawasan ini masih cukup mendukung untuk kehidupan satwa laut.

Jumat, 18 Juli 2025
A A
Lumba-lumba Bongkok Indo-Pasifik (Sousa chinensis) di kawasan pesisir Pantai Kuala Putri, Serdang Bedagai, Sumut. Foto Dok. BBKSDA Sumut.

Lumba-lumba Bongkok Indo-Pasifik (Sousa chinensis) di kawasan pesisir Pantai Kuala Putri, Serdang Bedagai, Sumut. Foto Dok. BBKSDA Sumut.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim pelaksana identifikasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melalui Resor Pelabuhan Laut Belawan dan Bandara Kualanamu berhasil mendeteksi keberadaan 5 hingga 6 ekor Lumba-lumba Bongkok Indo-Pasifik (Sousa chinensis) di kawasan pesisir Pantai Kuala Putri, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara pada 14 Juli 2025.

Dalam kegiatan identifikasi itu, lumba-lumba itu tengah berenang bebas di perairan dangkal, sekitar 2 kilometer dari bibir pantai. Kehadiran mereka menjadi indikator penting atas kesehatan ekosistem laut di wilayah ini.

Ciri-Ciri Lumba-lumba Bongkok Indo-Pasifik yang teridentifikasi, antara lain memiliki punuk yang menonjol di bagian punggung. Ciri khas ini yang membedakannya dari jenis lumba-lumba lain. Kemudian warna tubuh bervariasi mulai dari abu-abu muda hingga coklat kehitaman.

Baca juga: Baiquni, Lima Pilar Mitigasi untuk Mengendalikan Risiko Pendakian Gunung

Ciri lainnya, hidup di perairan dangkal dekat pantai, sesuai dengan lokasi penemuan di lapangan. Juga terkenal pemalu, sehingga cukup sulit diabadikan saat proses dokumentasi berlangsung.

Lumba-lumba jenis ini tidak hanya dapat dijumpai di perairan Sumatera. Melainkan juga tersebar di wilayah perairan sekitar Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Menurut IUCN, status konservasi Lumba-lumba Bungkuk Indo-Pasifik digolongkan sebagai “rentan” dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN. Sementara berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, Lumba-lumba Bongkok dikategorikan sebagai satwa yang dilindungi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA SumutKabupaten Serdang BedagaiLumba-lumba Bongkok Indo-Pasifikterancam punah

Editor

Next Post
Tim repatriasi FIB UGM mengembalikan artefak hasil penggalian 15 tahun lalu kepada masyarakat Laboan Bajo, 16 Juli 2025. Foto Dok. Tim repatriasi FIB UGM.

Artefak Hasil Ekskavasi 15 Tahun Lalu Dikembalikan ke Labuan Bajo

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media