Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Makanan Tambahan dengan Daun Kelor, Gizi Balita Stunting di Gunungkidul Alami Perbaikan

Sebanyak 44,83 persen balita mengalami peningkatan kadar hemoglobin dan 68,97 persen sudah mencapai kadar Hb normal.

Selasa, 13 Mei 2025
A A
Daun kelor. Foto Dok. Unair.

Daun kelor. Foto Dok. Unair.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pusat Riset Kesejahteraan Desa dan Konektivitas (PRKSDK) BRIN, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gunungkidul, Puskesmas Karangmojo 2, PT BPR Bank Daerah Gunungkidul, serta warga Kalurahan Kelor dan Wiladeg melakukan riset mengenai intervensi pangan lokal diperkaya daun kelor untuk mencegah stunting pada balita di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam riset itu, selama tiga bulan, sebanyak 33 balita stunting usia 13-59 bulan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Makan tersebut diperkaya daun kelor dalam bentuk kudapan lokal seperti nugget ayam tempe, sempol, bakso, dimsum, sosis dan bolu kukus.

Kudapan ini diproduksi ibu-ibu (PKK, UMKM, kader Posyandu) yang telah mendapat pelatihan. Pemberian kepada anak balita sesuai pedoman Kementerian Kesehatan 2023 tentang Penyusunan PMT Lokal.

Baca juga: Perumusan Kebijakan Energi Nasional Jangan Abaikan Masyarakat Adat

“Hasilnya cukup menggembirakan. Sebanyak 44,83 persen balita mengalami peningkatan kadar hemoglobin dan 68,97 persen sudah mencapai kadar Hb normal. Juga terjadi perbaikan status gizi balita berdasarkan berat badan per tinggi badan,” jelas Peneliti PRTPP BRIN, Dini Ariani dalam kegiatan NgajiTekProp Seri #20 secara daring, Rabu, 7 Mei 2025.

Tak hanya memberikan hasil secara klinis, riset ini juga menguatkan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan gizi berbasis potensi lokal. Proses edukasi dan pendampingan dilakukan secara berkesinambungan, termasuk pelatihan kepada ibu-ibu tim pemasak dan kader posyandu tentang pengolahan pangan lokal diperkaya daun kelor yang lezat, bergizi, dan diterima oleh balita.

Ketua IDI Gunungkidul, Diah Prasetyorini menyampaikan pendekatan kolaboratif seperti ini bisa menjadi model nasional.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: balita stuntingBRINdaun kelorKabupaten Gunungkidul

Editor

Next Post
Proses pencarian lanjutan pendaki hilang di Gunung Binaya di Maluku Tengah, 12-19 Mei 2025. Foto Dok. Balai TN Manusela.

Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Binaya Dilanjutkan Hingga 19 Mei 2025

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media