Kamis, 28 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Makertihartha: Konversi Minyak Nabati Menjadi Bahan Bakar Nabati untuk EBT

Indonesia sebagai negara pengimpor bahan bakar fosil perlu menerapkan langkah progresif pengembangan EBT untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Minggu, 24 September 2023
A A
Dosen KK Teknologi Reaksi Kimia dan Katalis FTI ITB, Prof. I Gusti Bagus Ngurah Makertihartha. Foto itb.ac.id.

Dosen KK Teknologi Reaksi Kimia dan Katalis FTI ITB, Prof. I Gusti Bagus Ngurah Makertihartha. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bahan bakar fosil, khususnya minyak bumi dan turunannya hingga kini masih mendominasi penggunaan energi dunia. Tren ini diprediksi akan terus berlanjut setidaknya hingga 30 tahun ke depan. Pada tahun 2020, Energi Baru dan Terbarukan (EBT) hanya mampu menyumbang 10 persen dari total konsumsi energi dunia dan diprediksi akan mencapai 50 persen pada tahun 2050. Indonesia sebagai salah satu negara pengimpor bahan bakar fosil terbesar di dunia perlu menerapkan langkah-langkah progresif dalam pengembangan EBT untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Target tersebut bukan hal mustahil mengingat Indonesia adalah produsen minyak nabati terbesar di dunia. Terbukti capaian produksi minyak sawit dan minyak inti sawit secara berturut-turut mencapai 51,3 juta ton dan 4,441 juta ton pada tahun 2022. Kondisi itu menunjukkan potensi dan kapasitas Indonesia untuk melakukan substitusi bahan bakar fosil dengan bahan bakar yang bersumber dari minyak dan lemak nabati.

“Memanfaatkan sumber daya minyak nabati akan memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional,” kata Dosen KK Teknologi Reaksi Kimia dan Katalis FTI ITB, Prof. I Gusti Bagus Ngurah Makertihartha saat membawakan orasi ilmiah berjudul “Bahan Bakar Nabati untuk Kedaulatan Energi Nasional” dalam Orasi Ilmiah Guru Besar ITB di Aula Barat ITB pda 16 September 2023.

Baca Juga: Ada 106 Konflik Agraria, YLBHI Desak PSN Dibatalkan

Di ITB sendiri terdapat dua aspek pengembangan yang difokuskan dalam mengembangkan teknologi konversi bahan bakar nabati, yaitu pengembangan teknologi katalis dan pengembangan teknologi proses konversi. Laboratorium Teknologi Reaksi Kimia dan Katalisis (Lab. TRKK) dan Pusat Rekayasa Katalisis (PRK) ITB telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi penelitian dan industri nasional untuk mengembangkan energi berbasis bahan nabati dari minyak sawit dan minyak inti sawit.

Teknologi proses konversi minyak nabati menjadi bahan bakar nabati yang dikembangkan di ITB meliputi:

Pertama, pengembangan proses produksi biodiesel melalui proses trans-esterifikasi.

Kedua, proses produksi diesel biohidrokarbon dan avtur biohidrokarbon (bioavtur) melalui proses hidrodeoksigenasi maupun hidrodekarboksilasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar nabatiEBTITBLaboratorium Teknologi Reaksi Kimia dan Katalisisminyak nabatiProf. I Gusti Bagus Ngurah Makertihartha

Editor

Next Post
Bentrokan di Pulau Rempang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 7 September 2023, terkait proyek pembangunan kawasan Rempang Eco-City. Foto walhiriau.or.id.

Data Walhi, Konflik Agraria Meningkat di Daerah Proyek PSN

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media