Selasa, 24 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mantan Wali Kota Yogyakarta Ditangkap, Aktivis Cukur Gundul: Ini Bukan Akhir!

Sabtu, 4 Juni 2022
A A
Aktivis Yogyakarta, Dodok Putra Bangsa melakukan ritual potong rambut, 4 Juni 2022 Foto wanaloka.com..

Aktivis Yogyakarta, Dodok Putra Bangsa melakukan ritual potong rambut, 4 Juni 2022 Foto wanaloka.com..

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com –  Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti pada Kamis, 2 Juni 2022, dalam kasus dugaan suap perizinan pembangunan apartemen, disambut aktivis Warga Berdaya, Dodok Putra Bangsa dengan menjalankan ritual potong rambut, Sabtu, 4 Juni 2022.

Laki-laki gondrong yang pernah menjadi korban kekeringan di kampungnya, Miliran, Kota Yogyakarta dampak pembangunan hotel pada 2014 lalu itu pernah bernazar akan menggunduli kepalanya apabila Haryadi Suyuti ditangkap KPK atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan hotel atau apartemen.

Mantan pimpinan KPK pada 2013 pernah menyatakan ada aroma tak sedap di balik maraknya perizinan pembangunan hotel dan apartemen di Yogyakarta. Mengingat kebijakan Haryadi Suyuti membuka lebar pintu perizinan hingga 104 hotel selama menjabat wali kota dua periode 2012-2022.

Baca Juga: Mantan Wali Kota Yogyakarta Jadi Tersangka Rasuah IMB

“Meskipun KPK baru menangkap sekarang. Ini baru awal, bukan akhir. Artinya, kalau apartemen itu ada suap, berarti 104 hotel yang ada harus dilihat betul sama KPK. KPK harus detil mengusut hotel-hotel yang ada yang perizinannya keluar atau selama rezim HS,” papar Dodok usai dipangkas rambutnya.

Sebelumnya, dengan menggunakan baju peranakan bergaris hitam putih dan bawahan kain hitam, Dodok memulai prosesi cukur rambut sekitar pukul 10.00 lebih di depan papan nama “Kantor Walikota Yogyakarta”. Satu persatu aktivis yang selama ini bersama Dodok menyerukan suara kritis atas pembangunan ratusan hotel di Yogyakarta itu memotong rambutnya dengan gunting kecil. Masing-masing kembali menyerukan harapan dari penangkapan Haryadi Suyuti tersebut.

Baca Juga: DIY Jadi Sasaran Awal Program Perlindungan Saksi dan Korban Berbasis Komunitas

“Semoga kasus-kasus korupsi yang lain segera terungkap dan Yogyakarta menjadi lebih baik,” kata Koordinator Warga Berdaya, Bintang Hanggono.

Sementara aktivis masyarakat sipil yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah Yogyakarta, Elanto Wijoyo mengingatkan, bahwa ritual potong rambut tersebut bukanlah simbol dari akhir pengungkapan kasus.

“Nadzar ini jadi pengingat bersama, bahwa proses masih panjang. Ancaman terhadap Yogyakarta belum selesai. Tetap waspada. Pengorbanan Dodok menjadi penanda kita terus berjuang untuk Yogyakarta,” ucap Elanto.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IMBkorupsikorupsi mantan wali kota yogyakartaKPKOTT KPKWali Kota Yogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Awas Modus Greenwashing

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media