Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Manusia hingga Parasit Jadi Penyebab Gajah Sumatera Hampir Punah

Populasi Gajah Sumatera menurun hingga 35 persen sejak 1992. Perlu upaya penyelamatan secara bersama-sama berbagai pihak untuk menjaganya dari kepunahan.

Selasa, 1 Maret 2022
A A
Gajah Sumatera. Foto ugm.ac.id.

Gajah Sumatera. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Langkah-langkah pengelolaan lembaga konservasi di masa depan harus dikembangkan untuk mempertahankan keberagaman genetik dan mencegah inbreeding dari populasi Gajah Sumatra yang masih ada,” tegas Ketua Asosiasi Parasitologi Veteriner Indonesia (APARVI) ini.

Bentuk ancaman lain yang dapat mengganggu kesehatan gajah adalah penyakit infeksi dan non infeksi seperti pakan, keracunan, lingkungan dan sebagainya. Penyakit karena infeksi dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan parasit seperti cacing nematoda, trematoda ataupun cestoda.

Baca Juga: Ingat Andrei Gromyko, Akhiri Perang Rusia-Ukraina dengan Perundingan

Terkait variasi dan analisis data genetik gajah jinak, serta penyakit infeksi dan non infeksi diketahui banyak penyakit infeksi yang dapat menyerang gajah Sumatra. Antara lain yang disebabkan infeksi penyakit parasit, bakteri, virus dan jamur. Penyakit parasit memegang peranan yang sangat penting mengingat gajah-gajah di alam bergantung pada pakan dari tumbuh-tumbuhan yang ada di habitat dan lokasi sekitar penangkaran. Selain itu, iklim Indonesia sepanjang tahun dengan curah hujan di pulau Sumatra yang relatif tinggi menjadikan habitat yang sangat sesuai bagi pertumbuhan parasit-parasit pada gajah.

Penelitian gajah Sumatera perlu terus dilakukan untuk mengetahui bahaya penyakit yang dapat mengakibatkan kematian dan penurunan populasi gajah baik di alam maupun di tempat-tempat pusat penyelamatan gajah. Berbagai data dan informasi dasar dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh UGM bersama mitra nantinya dapat menjadi landasan dalam pengelolaan gajah jinak untuk mendukung kegiatan konservasi gajah Sumatera di masa depan. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id, 8 Februari 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gajah jinakgajah liarGajah Sumateramanusiapenyakit parasit

Editor

Next Post
Prof. Husin Alatas. Foto ipb.ac.id.

Husin Alatas: Fenomena Aphelion Bukan Penyebab Batuk Pilek

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media