Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Kian sempit waktu manusia untuk mencegah pemanasan global. Setidaknya menjaga suhu bumi tak naik lebih dari 1,5 derajat Celcius.

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Ilustrasi krisis iklim di bumi. Foto sumanley/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga, apabila suhu bumi naik lebih dari 1,5 derajat Celcius, es di bumi akan mencair sehingga menaikkan permukaan air hingga 10 meter. Negara, benua pun akan tenggelam.

Apakah bisa dicegah? Asalkan manusia mau mengubah kebiasaan mulai hari ini, risiko buruk itu bisa diantisipasi.

Pertama, menghemat air. Gunakan air secukupnya dan mengurangi konsumsi air kemasan.

Baca Juga: Ekosistem Pesisir Lebih Potensial Atasi Emisi Karbon

Kedua, penggunaan kendaraan motor pribadi turut menyumbang karbon. Pernah mengeluh, panas banget? Itu salah satu dampak pelepasan karbon.

Ketiga, stop penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mengurangi sampah plastik. Caranya, gunakan bahan yang bisa didaur ulang, mengurangi atau berhenti membeli minuman kemasan, menggunakan tupperware untuk tempat makan atau minum.

Keempat, hemat energi. Memadamkan lampu ketika tidur dan saat siang hari, mematikan televisi yang tidak ditonton, mencabut charger handphone atau pun laptop yang tak dipakai. Juga mengubah kebiasaan penggunaan energi dari yang berbasis fosil menjadi berbasis energi terbarukan.

Kelima, menghentikan penebangan pohon secara membabi buta. Caranya, dengan menggunakan saputangan kain ketimbang tisu, karena tisu terbuat dari kulit kayu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: derajat CelciusEmisi karbonglobal warmingmenjaga bumipemanasan global

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kawarang, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 22 April 2022. Foto Dok BNPB

1.200 Penduduk Terdampak Banjir di Karawang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media