Rabu, 24 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Kian sempit waktu manusia untuk mencegah pemanasan global. Setidaknya menjaga suhu bumi tak naik lebih dari 1,5 derajat Celcius.

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Ilustrasi krisis iklim di bumi. Foto sumanley/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga, apabila suhu bumi naik lebih dari 1,5 derajat Celcius, es di bumi akan mencair sehingga menaikkan permukaan air hingga 10 meter. Negara, benua pun akan tenggelam.

Apakah bisa dicegah? Asalkan manusia mau mengubah kebiasaan mulai hari ini, risiko buruk itu bisa diantisipasi.

Pertama, menghemat air. Gunakan air secukupnya dan mengurangi konsumsi air kemasan.

Baca Juga: Ekosistem Pesisir Lebih Potensial Atasi Emisi Karbon

Kedua, penggunaan kendaraan motor pribadi turut menyumbang karbon. Pernah mengeluh, panas banget? Itu salah satu dampak pelepasan karbon.

Ketiga, stop penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mengurangi sampah plastik. Caranya, gunakan bahan yang bisa didaur ulang, mengurangi atau berhenti membeli minuman kemasan, menggunakan tupperware untuk tempat makan atau minum.

Keempat, hemat energi. Memadamkan lampu ketika tidur dan saat siang hari, mematikan televisi yang tidak ditonton, mencabut charger handphone atau pun laptop yang tak dipakai. Juga mengubah kebiasaan penggunaan energi dari yang berbasis fosil menjadi berbasis energi terbarukan.

Kelima, menghentikan penebangan pohon secara membabi buta. Caranya, dengan menggunakan saputangan kain ketimbang tisu, karena tisu terbuat dari kulit kayu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: derajat CelciusEmisi karbonglobal warmingmenjaga bumipemanasan global

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kawarang, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 22 April 2022. Foto Dok BNPB

1.200 Penduduk Terdampak Banjir di Karawang

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media