Sabtu, 2 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Kian sempit waktu manusia untuk mencegah pemanasan global. Setidaknya menjaga suhu bumi tak naik lebih dari 1,5 derajat Celcius.

Jumat, 22 April 2022
A A
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Ilustrasi krisis iklim di bumi. Foto sumanley/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga, apabila suhu bumi naik lebih dari 1,5 derajat Celcius, es di bumi akan mencair sehingga menaikkan permukaan air hingga 10 meter. Negara, benua pun akan tenggelam.

Apakah bisa dicegah? Asalkan manusia mau mengubah kebiasaan mulai hari ini, risiko buruk itu bisa diantisipasi.

Pertama, menghemat air. Gunakan air secukupnya dan mengurangi konsumsi air kemasan.

Baca Juga: Ekosistem Pesisir Lebih Potensial Atasi Emisi Karbon

Kedua, penggunaan kendaraan motor pribadi turut menyumbang karbon. Pernah mengeluh, panas banget? Itu salah satu dampak pelepasan karbon.

Ketiga, stop penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mengurangi sampah plastik. Caranya, gunakan bahan yang bisa didaur ulang, mengurangi atau berhenti membeli minuman kemasan, menggunakan tupperware untuk tempat makan atau minum.

Keempat, hemat energi. Memadamkan lampu ketika tidur dan saat siang hari, mematikan televisi yang tidak ditonton, mencabut charger handphone atau pun laptop yang tak dipakai. Juga mengubah kebiasaan penggunaan energi dari yang berbasis fosil menjadi berbasis energi terbarukan.

Kelima, menghentikan penebangan pohon secara membabi buta. Caranya, dengan menggunakan saputangan kain ketimbang tisu, karena tisu terbuat dari kulit kayu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: derajat CelciusEmisi karbonglobal warmingmenjaga bumipemanasan global

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Kawarang, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 22 April 2022. Foto Dok BNPB

1.200 Penduduk Terdampak Banjir di Karawang

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media