Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

May Day, Nasib Buruh Tani Masih Terlupakan

Rabu, 1 Mei 2024
A A
Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei (May Day) menjadi momentum untuk mengubah nasib para buruh yang belum berpihak, karena penghasilan masih pas-pasan dan hidup beum layak. Namun dari sekian banyak buruh yang ada di Indonesia, acapkali status dan nasib buruh tani dilupakan saat peringatan Hari Buruh Sedunia. Mereka terlupakan karena soal statusnya belum tercatat sebagai buruh dalam nomenklatur peraturan ketenagakerjaan.

Salah satu contohnya, para buruh tani tidak memiliki Upah Minimal Regional (UMR) yang jelas. Padahal mereka bekerja keras di sawah dan hanya mendapatkan upah sesuai kesepakatan dengan pemilik sawah. Mereka pun tidak memiliki jaminan keberlanjutan bekerja sampai kapan.

“Bisa saja saat musim tanam mereka bekerja, tetapi setelah itu mereka tidak lagi bekerja karena semua tergantung dari pemilik lahan,” kata pengamat di bidang pertanian, agrometeorologi, ilmu lingkungan dan perubahan iklim UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho, Rabu, 1 Mei 2024.

Baca Juga: Visual Dahsyatnya Erupsi Eksplosif Gunung Ruang 30 April 2024

Status buruh tani merupakan status paling rendah dalam istilah dunia pertanian. Mereka para buruh tani adalah bukan pemilik lahan (petani kaya). Mereka bukan juga sebagai petani karena hanya bekerja atau melakukan pekerjaan buruh di lahan yang bukan miliknya.

“Profesinya juga bukan seorang petani. Fenomena buruh tani bukan hal baru dan tiba-tiba. Ini adalah potret masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan,” ucap dia.

Bayu menjelaskan para buruh tani ini dicirikan dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak mengenyam dunia pendidikan. Ciri lainnya adalah kondisi perekonomian memprihatinkan.

Baca Juga: Erupsi Fase Kedua Gunung Ruang, BMKG Pantau Potensi Tsunami

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bayu Dwi Apri Nugrohoburuh taniFakultas Teknologi Pertanian UGMHari Buruh Seduniaperubahan iklim

Editor

Next Post
Tempat wudhu di Masjid Istiqlal di Jakarta. Foto Dok.Buana Syiar.

Pola Hidup Hemat Air di Masjid Istiqlal Lewat Daur Ulang Air Wudhu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media