Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Melestarikan Badak Sumatera Lewat Program Bayi Tabung

Tak hanya manusia. Teknologi reproduksi berbantu juga bisa diterapkan pada induk badak agar tidak punah.

Minggu, 5 November 2023
A A
Pengambilan sel telur badak sumatera. Foto ppid.menhk.go.id.

Pengambilan sel telur badak sumatera. Foto ppid.menhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Jika proses pembuatan embrio badak Pahu ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka tim akan menitipkan embrio tersebut ke rahim salah satu badak betina yang berada di Sumatera sebagai induk titip atau induk pengganti (surrogate mother).

Proses tersebut dibantu tim IPB University dan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (IZW) Jerman. Ditambah tim dokter hewan dari Taman Nasional Way Kambas, ALERT Indonesia, dan Yayasan Badak Indonesia (YABI).

Indonesia merupakan rumah bagi dua badak paling langka di dunia. Meliputi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon. Serta badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) yang secara terisolir mendiami Kawasan Ekosistem Leuser – Aceh, Taman Nasional Way Kambas dan satu kawasan hutan di wilayah kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Pengendalian Kebakaran Lahan di Kaki Gunung Rinjani dengan Sekat Api

Pahu adalah badak sumatera di Kalimantan berjenis kelamin betina yang telah berhasil dipindahkan dari hábitatnya ke Suaka Badak Kelian (SBK) di Hutan Lindung Kelian PT. Hutan Lindung Kelian Lestari pada tahun 2018.

Pahu mempunyai panjang badan 200 cm dan tinggi 107 cm. Ukuran itu relatif lebih kecil apabila dibandingkan badak yang ada di Sumatera. Berdasarkan struktur giginya, umur Pahu diperkirakan 30 tahun. Berat badan Pahu saat pertama masuk karantina adalah 320 kg dan terus meningkat sejalan tercukupinya nutrisi melalui asupan pakan yang yang diberikan tiap hari. Saat ini, berat badan Pahu sudah mencapai 366 kg dan cukup ideal apabila dibandingkan dengan ukurannya. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Assisted Reproductive Technologybadak Jawabadak sumaterapengambilan sel telurteknik Intra Cytoplasmic Sperm Injectionteknologi reproduksi berbantu

Editor

Next Post
Sumur yang masih ditemukan di pedesaan. Foto Wanaloka.com.

Ada Rumah Tangga yang Tidak Perlu Izin Sedot Air Tanah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media