Minggu, 2 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Melihat Jejak Pembentukan Pulau Jawa di Karangsambung Kebumen

Menjejakkan kaki di Karangsambung berarti menjejakkan kaki di lantai samudra yang tersingkap.

Senin, 16 September 2024
A A
Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Foto ITB.

Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Geopark Karangsambung merupakan daerah bebatuan yang tersusun dari lempeng samudra dan lempeng benua di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kumpulan batuan yang terhimpun selama jutaan tahun ini membentuk susunan tektonik yang kompleks. Sudah lebih dari 4 dasawarsa, Karangsambung menjadi Kawah Candradimuka untuk menggembleng mahasiswa prodi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) supaya kuat dan terlatih.

“Daerah ini sangat istimewa, menjejakkan kaki di Karangsambung berarti menjejakkan kaki di lantai samudra yang tersingkap,” ujar koordinator asisten Teknik Geologi ITB Angkatan 2020, Karina Aerielle.

Sebab tempat ini adalah titik pertemuan antara lempeng Samudra Hindia dan lempeng Benua Eurasia. Terdapat berbagai fenomena geologi unik yang jarang ditemukan di tempat lain, tetapi hanya ditemui di Karangsambung. Batuan, singkapan, dan strukturnya baik sehingga dapat membuktikan teori lempeng tektonik.

Baca Juga: Gempa Berau M5.5 Dipicu Sesar Sangkulirang yang Pernah Terjadi 1921

Dosen koordinator dan pembimbing kuliah lapangan, Alfend Rudyawan menyebutkan mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecakapan di lapangan.

Kecakapan yang dimaksud meliputi pengimplementasian pengetahuan dasar, melihat objek secara langsung di lapangan, kemampuan mengambil data, menganalisis data, membuat sebuah sintesis. Dan akhirnya bisa menyampaikan informasi secara lengkap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten KebumenKarangsambungpembentukan Pulau JawaTeknik Geologi ITB

Editor

Next Post
Peringatan Hari Ozon Sedunia 2024 di Botani Square, Bogor, 16 September 2024. Foto PPID KLHK.

Hari Ozon Sedunia 2024, Pemerintah Klaim Turunkan HCFC 55 Persen Tahun 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media