Wanaloka.com – Indonesia diguncang rangkaian bencana ekologis. Saat ini, bencana ekolgis melanda Sumatra, Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan kerusakan masif yang berdampak pada kehidupan rakyat.
Data BNPB hingga Jumat, 12 Desember 2025, korban meninggal yang telah ditemukan 985 orang, dan 226 orang masih dalam pencarian. Bencana melanda 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi itersebut, menyebabkan 158 ribu rumah penduduk rusak.
Musibah ekologis yang kini melanda Sumatra, secara historis disulut lewat kebijakan politik dan ekonomi yang telah dibangun sejak enam dekade lalu. Hal ini mengmuka dalam forum diskusi “Petaka Keruk #3” pada Rabu malam, 10 Desember 2025, diselenggarakan di Kechub, Yogyakarta.
Diskusi menghadirkan pembicara Andreas Budi Widyanta (SOREC UGM), Muhammad Risyad Hanafi (mahasiswa Aceh), Orthiz Enko Tanggiz (mahasiswa Papua), Syahrial Adi Putra (Persaudaraan Pekerja Regional Medan), dan Rimbawana (Pemerhati isu 65/Radio Buku).
Baca juga: Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi
Dalam paparan AB Widyatna menyampaikan, bencana sosial-ekologis yang terjadi di Indonesia merupakan bentuk perpetuasi spiral kejahatan yang dilakukan secara sadar oleh negara, pasar, dan relasi sosial-kultural, dalam bentuk genosida, ekosida, femisida dan epistemisida.
Kekerasan ini saling terhubung satu sama lain, dan kerap mengorbankan masyarakat adat dan komunitas lokal.
“Bencana yang ditimpakan pada mereka salah satunya merupakan bentuk pemiskinan terstruktur melalui laku kolonialisme oleh negara. Ini ditunjukkan tidak hanya lewat pengambilalihan lahan secara paksa, tapi juga penghapusan kedaulatan dan pengetahuan lokal,” ungkapnya.
Orthiz Enko Tanggiz mahasiswa asal Papua, mengungkapkan, pengalaman panjang ekstraksi mulai dari kehadiran Freeport sebagai proyek investasi asing pertama hingga Program Strategis Nasional yang mendorong eksploitasi skala besar hari ini menunjukkan kontinuitas struktur kekuasaan yang tidak pernah benar-benar berakhir.






Discussion about this post