Minggu, 21 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Membaca Bencana Ekologis Sumatra

Jumat, 12 Desember 2025
A A
Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.

Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia diguncang rangkaian bencana ekologis. Saat ini, bencana ekolgis melanda Sumatra, Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan kerusakan masif yang berdampak pada kehidupan rakyat.

Data BNPB hingga Jumat, 12 Desember 2025, korban meninggal yang telah ditemukan 985 orang, dan 226 orang masih dalam pencarian. Bencana melanda 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi itersebut, menyebabkan 158 ribu rumah penduduk rusak.

Musibah ekologis yang kini melanda Sumatra, secara historis disulut lewat kebijakan politik dan ekonomi yang telah dibangun sejak enam dekade lalu. Hal ini mengmuka dalam forum diskusi “Petaka Keruk #3” pada Rabu malam, 10 Desember 2025, diselenggarakan di Kechub, Yogyakarta.

Diskusi menghadirkan pembicara Andreas Budi Widyanta (SOREC UGM), Muhammad Risyad Hanafi (mahasiswa Aceh), Orthiz Enko Tanggiz (mahasiswa Papua), Syahrial Adi Putra (Persaudaraan Pekerja Regional Medan), dan Rimbawana (Pemerhati isu 65/Radio Buku).

Baca juga: Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi

Dalam paparan AB Widyatna menyampaikan, bencana sosial-ekologis yang terjadi di Indonesia merupakan bentuk perpetuasi spiral kejahatan yang dilakukan secara sadar oleh negara, pasar, dan relasi sosial-kultural, dalam bentuk genosida, ekosida, femisida dan epistemisida.

Kekerasan ini saling terhubung satu sama lain, dan kerap mengorbankan masyarakat adat dan komunitas lokal.

“Bencana yang ditimpakan pada mereka salah satunya merupakan bentuk pemiskinan terstruktur ­melalui laku kolonialisme oleh negara. Ini ditunjukkan tidak hanya lewat pengambilalihan lahan secara paksa, tapi juga penghapusan kedaulatan dan pengetahuan lokal,” ungkapnya.

Orthiz Enko Tanggiz mahasiswa asal Papua, mengungkapkan, pengalaman panjang ekstraksi mulai dari kehadiran Freeport sebagai proyek investasi asing pertama hingga Program Strategis Nasional yang mendorong eksploitasi skala besar hari ini menunjukkan kontinuitas struktur kekuasaan yang tidak pernah benar-benar berakhir.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana SumatraIzin Ekstraktifizin TambangKrisis Ekologi

Editor

Next Post
FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.

Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Masyarakat adat Awyu, Papua mengajukan permohonan kasasi ke MA terkait upaya mempertahankan kelestarian hutan Papua. Foto Dok. Walhi Papua.Walhi Papua Tolak Rencana Prabowo Buka Perkebunan Sawit di Papua
    In News
    Rabu, 17 Desember 2025
  • Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Terancam Punah, DIY Didesak Terbitkan Larangan Perdagangan Monyet Ekor Panjang
    In News
    Selasa, 16 Desember 2025
  • Evakuasi warga terdampak banjir di Bali pada Minggu, 14 Desember 2025. Foto BNPB.Banjir di Bali Menewaskan Seorang Turis Mancanegara
    In Bencana
    Senin, 15 Desember 2025
  • Penanganan darurat bencana Sumatra, pengerukan Sungai Aek Doras, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Foto BNPB.Bencana Sumatra, Korban Tewas Mencapai Seribu Lebih
    In Bencana
    Senin, 15 Desember 2025
  • FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis
    In News
    Sabtu, 13 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media