Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau

Banyak orang menyaksikan Matahari terbit dan terbenam setiap hari, tetapi tidak menyadari bahwa fenomena tersebut sebenarnya terjadi karena Bumi berputar pada porosnya.

Jumat, 19 Juni 2026
A A
Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.

Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain menggambarkan rotasi Bumi, foto tersebut juga menunjukkan kualitas langit malam di Timau yang relatif bebas polusi cahaya. Kondisi ini menjadi salah satu alasan BRIN membangun Observatorium Nasional Timau sebagai pusat observasi astronomi modern di Indonesia.

Tips memotret dengan DSLR

Untuk menghasilkan gambar yang bersih, pemotretan dilakukan sejak malam benar-benar gelap hingga menjelang fajar. Strategi ini dipilih untuk menghindari jejak cahaya satelit yang memantulkan sinar Matahari saat senja maupun menjelang pagi.

“Saat ini jumlah satelit di orbit semakin banyak, termasuk konstelasi satelit komunikasi seperti Starlink. Karena itu pemotretan dilakukan setelah gelap malam dan diakhiri sebelum fajar agar lintasan satelit tidak mengganggu hasil foto,” jelas dia.

Thomas juga membagikan tips bagi masyarakat yang ingin mencoba memotret jejak bintang secara mandiri. Teknik ini dapat dilakukan menggunakan kamera DSLR dengan lensa sudut lebar dan pengaturan manual.

Ia menyarankan agar kamera diarahkan ke utara atau selatan, menggunakan tripod yang stabil, serta memilih objek latar depan yang menarik seperti bangunan, pohon, atau bentang alam tertentu. Semakin lama durasi pemotretan, semakin panjang pula jejak bintang yang akan terekam.

Melalui dokumentasi ini, Thomas berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan langit malam Indonesia, tetapi juga semakin memahami fenomena astronomi yang terjadi di atas kepala mereka setiap hari. Jejak bintang yang tampak berputar di langit bukanlah gerakan bintang itu sendiri, melainkan bukti visual bahwa planet tempat kita berpijak terus berputar tanpa henti.

Bagi dunia astronomi, foto tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana namun memikat. Dari Timau, masyarakat diajak menyaksikan salah satu gerakan paling fundamental di alam semesta, rotasi Bumi yang mengatur siang dan malam serta menggerakkan seluruh panorama langit yang dilihat setiap hari. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINKamera DSLRNusa Tenggara TimurObservatorium Nasional TimauThomas Djamaluddin

Editor

Next Post
Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.

Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media