Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mencegah Risiko Penularan Penyakit dari Satwa Liar dengan Konsep One Health

Sabtu, 22 Februari 2025
A A
Evakuasi satwa liar di Langkat, Sumatera Utara. Foto menlhk.go.id.

Evakuasi satwa liar di Langkat, Sumatera Utara. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pendekatan “One Health”, sebuah konsep yang menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dinilai penting dilakukan. Menyusul peningkatan ancaman penyakit yang bersumber dari satwa liar.

“Pengelolaan satwa liar bukan hanya soal konservasi, tetapi juga langkah preventif terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis,” kata Kepala Bidang Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Wilayah II Gresik Balai Besar (BB) KSDA Jawa Timur, Ichwan Muslih dalam talk show bertajuk “Satwa Liar, Pandemi, dan One Health” dengan subtema “Sinergi untuk Pencegahan Risiko Zoonosis di Jawa Timur” di Aula Tandjung Adiwinta, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis, 20 Februari 2025.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana degradasi habitat dan perdagangan satwa liar ilegal dapat meningkatkan risiko penularan penyakit dari satwa liar ke manusia. BBKSDA Jatim saat ini aktif melakukan penyelamatan satwa dan edukasi publik untuk menekan risiko ini.

Baca juga: Anggota DPR Dukung Usulan RUU Geologi agar Data Kekayaan Alam Akurat

Sementara Farida Camallia Zenal dari FAO Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia juga memaparkan berbagai program penguatan sistem kesehatan hewan dan manusia yang telah dijalankan di Indonesia.

“Penerapan One Health harus melibatkan semua pihak. Pemerintah, akademisi, organisasi internasional, dan masyarakat. Sinergi ini krusial untuk membangun sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi wabah,” ujar dia.

Dari sisi akademisi, Prof. Fedik Abdul Rantam menyoroti perkembangan riset vaksin untuk zoonosis yang melibatkan satwa liar.

Baca juga: Microforest Jadi Alternatif Baru Dekarbonisasi di Dunia Industri

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Jatimkonsep one healthpenyakit zoonosisSatwa liar

Editor

Next Post
Ilustrasi kucing dengan minuman yang dikonsumsi manusia. Foto haidi2002/pixabay.com.

Makanan Manusia yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Kucing

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media