Senin, 14 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menebar Garam hingga Kapur Tohor, Praktik TMC Kurangi Polusi Udara

Modifikasi cuaca menjadi salah satu solusi yang diterapkan untuk mengurangi polutan di udara Jabodetabek berbasis teknologi.

Senin, 21 Agustus 2023
A A
Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengaplikasikan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk mengurangi polusi udara di wilayah Jabodetabek. Cara itu sudah diterapkan di negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, Thailand untuk mengurangi polutan di udara, tetapi baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Dengan dana siap pakai BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), praktik TMC yang berpusat di Posko TMC di Bandara Lanud Husein Sastranegara Bandung dilaksanakan.

Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC BRIN, Budi Harsoyo menjelaskan ada dua cara penerapan TMC yang dilakukan selama musim kemarau ini. Pertama, cara yang lebih efektif adalah dengan menjatuhkan atau mengguyurnya dengan air hujan. Yaitu dengan menaburkan garam semai (NaCl atau Natrium Clorida) untuk menyemai awan. Cara ini sudah dilakukan satu sorti penerbangan penyemaian awan hampir selama 2 jam penebangan (14.15-16.00 WIB) dengan menaburkan garam semai sekitar 800 kg di atas ketinggian 9000-10.000 kaki pada Sabtu, 19 Agustus 2023.

Waktu penyemaian dilakukan sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), bahwa terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat bagian Selatan pada 19-21 Agustus 2023.

Baca Juga: Ini Pemicu Gempa di Kepulauan Selayar 5,3 Magnitudo

“Satu sorti penerbangan dengan target penyemaian di wilayah Kabupaten Cianjur, Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat sudah dilakukan Sabtu,” ujar Budi di Bandung, 20 Agustus 2023.

Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani menambahkan, berdasarkan data radar Sabtu sore (jelang Maghrib), wilayah Ciomas ke arah Gunung Salak terpantau mendung. Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berkisar 17.27 hingga 19.51 WIB di Bogor Barat, Bogor Selatan, Bojong Gede, Kemang, dan Tenjolaya.

Sementara daerah Dramaga, Ciomas, Tamansari, Cijeruk, dan Cigombong juga dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Daerah lain Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Nanggung terjadi hujan ringan pada 19.00 – 21.00 WIB.

Baca Juga: Siti dan Sudin Belajar Memanjat dan Membangun Sarang di Sekolah Hutan

Menabur Es Kering atau Kapur Tohor
Cara kedua, apabila menjatuhkan air hujan tidak memungkinkan dilakukan, maka TMC dapat dilakukan dengan menargetkan ‘mengganggu’ stabilitas atmosfer. Caranya dengan menaburkan bahan semai dalam bentuk es kering (dry ice) di ketinggian tertentu di udara. Di situ terdapat semacam hamparan awan serupa karpet panjang. Kondisi itu terjadi karena tidak ada perbedaan temperatur di titik ketinggian tersebut atau isotherm yang kemudian menimbulkan lapisan inversi.

“Nah, ini yang akan kami ganggu. Dibuka ibaratnya, sehingga kumpulan-kumpulan polutan yang terkungkung di sekitar wilayah Jakarta bisa terus naik ke atas,” papar Budi.

Baca Juga: Ini Tujuh Langkah Penanganan Polusi Udara di Jabodetabek

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan kumulusBRINdry icegaram NaClkapur tohorpolusi udaraTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Puncak Jayawijaya berdasarkan potret Google Earth pada 14 APril 2022. Foto Dok. PSHL UGM.

Detik-detik Salju Abadi di Puncak Jaya Punah dan Jadi Monumen

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media