Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menebar Garam hingga Kapur Tohor, Praktik TMC Kurangi Polusi Udara

Modifikasi cuaca menjadi salah satu solusi yang diterapkan untuk mengurangi polutan di udara Jabodetabek berbasis teknologi.

Senin, 21 Agustus 2023
A A
Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi polusi udara. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun metode TMC tanpa hujan tersebut memerlukan persiapan matang. Diakui Budi, saat ini pihaknya belum siap menerapkan karena masih perlu mendesain dan membuat konsul untuk menempatkan dry ice di dalam kabin pesawat.

“Dry ice ini yaitu CO2. Jika packaging dan handling di pesawat sembarangan, kru bisa kehabisan oksigen atau hypoksia,” ungkap Budi.

Alternatif bahan semai lain yang bisa dicoba dan lebih memungkinkan untuk diimplementasikan adalah menggunakan kapur tohor. Bedanya, kalau dry ice mengkondisikan udara agar menjadi lebih dingin, sementara kapur tohor mengkondisikan udara menjadi lebih panas.

Baca Juga: Sesar Dasar Laut Sumber Gempa Pacitan 5,0 Magnitudo

“Tapi prinsipnya sama, mengkondisikan suhu di lapisan isotherm pada ketinggian tertentu untuk mengganggu kestabilan atmosfer,” jelas Budi.

Peluang Berat Musim Kemarau
Peluang untuk melakukan TMC, menurut Andri masih terbuka. Namun peluang tersebut cukup berat untuk dilakukan dengan melihat kondisi musim kemarau yang minim awan kumulus yang menjadi target untuk ditaburkan NaCl atau garam.

RH (Relatif Humidity) lapisan atas kering dan CAPE (convective available potential energy) rendah. Dari hasil pemodelan atmosfer selama dua hari ke depan ada peluang hujan di Bogor dan Tangerang Selatan.

Baca Juga: Dwikorita: Yang Ditakutkan Penduduk Bumi adalah Perubahan Iklim dan Dampaknya

“Harapannya, angin akan membawa awan bergerak ke arah Jakarta. Karena modifikasi cuaca tidak bisa menggeser awan, tetapi bisa memperluas area cakupan hujan,” papar Andri.

Sedangkan potensi cuaca di wilayah Jabar bagian utara, termasuk Indramayu, Kerawang, Kabupaten Bekasi masih kering hingga 25 Agustus. Langkah TMC merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi di wilayah tersebut. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: awan kumulusBRINdry icegaram NaClkapur tohorpolusi udaraTeknologi Modifikasi Cuaca

Editor

Next Post
Puncak Jayawijaya berdasarkan potret Google Earth pada 14 APril 2022. Foto Dok. PSHL UGM.

Detik-detik Salju Abadi di Puncak Jaya Punah dan Jadi Monumen

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media