Rabu, 7 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Kain Lurik, Tak Sekadar Kain Bergaris

Kain lurik tak setenar kain batik. Meski motif bergaris, tetapi ternyata sarat makna. Apa sajakah itu?

Minggu, 13 November 2022
A A
Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Desain baju dari kain lurik karya Dosen UNY, Afif Ghurub Bestari. Foto uny.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada dua jenis kain tradisional khas Jawa, yaitu batik dan lurik. Dari sisi ketenaran, kain lurik tak semendunia kain batik. Salah satu perbedaan khasnya terlihat pada corak kainnya.

Lurik berasal dari bahasa Jawa lorek atau larik yang artinya garis. Sesuai namanya, kain lurik bercorak garis-garis. Corak itu melambangkan kesederhanaan, kejujuran, pengarahan, kebijaksanaan dalam berpikir, bahkan kekuatan.

“Lurus dan kuat seperti garis,” kata Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Afif Ghurub Bestari pada Agustus 2022.

Baca Juga: Penting, Pertolongan Pertama Psikologi Penyintas Pasca Bencana

Tidak hanya itu, ternyata setiap ukuran garis, warna dan corak juga mengisyaratkan kedalaman selera dan pola pikir masyarakat Jawa. Awalnya, kain lurik yang dihasilkan dari proses menenun menjadi bahan pakaian bagi masyarakat Jawa, yakni masyarakat awam.

Selain itu, kain lurik juga digunakan sebagai selendang, baik sebagai kemben (kain penutup dada untuk perempuan yang dikenakan dengan cara dililitkan), maupun sebagai alat untuk membawa (menggendong suatu benda atau anak dengan menempelkan kain lurik pada bahu).

Baca Juga: Fans Kpop Ajak Pemimpin Dunia Komitmen Lindungi Hutan, Bukan Memusnahkan

Kehadiran kain lurik sudah ada sejak zaman dahulu. Salah satu buktinya berupa penggambaran kain lurik pada relief candi Borobudur. Selain itu, terdapat pula Prasasti Raja Erlangga di Jawa Timur. Prasasti tersebut menyebutkan, bahwa kain Tuluh Watu merupakan salah satu nama dari kain lurik, yaitu kain dengan motif sederhana juga dipercaya sebagai simbol harapan, nasehat dan kekuatan. Lantaran itulah, kain lurik juga dikaitkan dengan makna pengobatan dan penyembuhan. Tak heran, banyak penjual jamu yang menggunakan atau memakai kain lurik pada masa itu.

Apa sajakah motif kain lurik di Yogyakarta?

Pertama, salah satu yang dikenal adalah kain lurik motif Udan Liris. Dalam bahasa Jawa, udan liris berarti hujan gerimis. Garis-garis yang terdapat pada motif lurik tidak sama ketebalannya. Ada bagian-bagian tertentu yang samar-samar menghilang. Begitu juga dengan jatuhnya rintik hujan. Sama seperti hujan yang diharapkan turun di lahan pertanian, motif ini melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Baca Juga: Tiga Gempa Guncang Garut Malam Ini

Kedua, motif Kluwung memiliki garis-garis lebar berbagai warna. Lurik ini dipercaya sebagai repellant (penolak bahaya) atau untuk meminimalisir aura negatif, sehingga muncul aura positif.

Ketiga, motif Sapit Urang yang merupakan simbol taktik pertempuran. Kain lurik motif itu sering digunakan untuk pakaian tentara. Garis geometris lurus kanan dan kiri diharapkan menjadi fokus pada gawang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: inovasi barukain batikkain bergariskain lurikkain tradisional khas Jawalurikmotif lurik monotonUNY

Editor

Next Post
Malam tadi, Minggu, 13 November 2022, gempa dangkal guncang Purwakarta, Jawa Barat, dan Cilacap di Jawa Tengah, dalam waktu yang hampir bersamaan. Foto tangkap layar BMKG, pusat gempa dangkal di Purwakarta pada pukul 22.41 WIB.

Malam Tadi Gempa Dangkal Guncang Purwakarta dan Cilacap

Discussion about this post

TERKINI

  • Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.idIndustri Pariwisata Potensial Merusak 34 Hektare Lebih Ekosistem Karst Gunungsewu
    In News
    Senin, 5 Januari 2026
  • Peta distribusi bantuan bencana berbasis data spasial. Foto Dok. UGM.Peran Teknologi Data Spasial dan Geospasial dalam Mitigasi Bencana
    In IPTEK
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana
    In Rehat
    Minggu, 4 Januari 2026
  • Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes
    In Lingkungan
    Sabtu, 3 Januari 2026
  • Ilustrasi gas karbon monoksida akibat kebakaran gedung. Foto Jenniferbeebeart/pixabay.com.Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida
    In Rehat
    Sabtu, 3 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media