Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Proses Pengolahan Kopi Fermentasi

Salah satu metode pengolahan kopi yang dikenal adalah fermentasi. Bagaimana metode pengolahannya?

Kamis, 21 April 2022
A A
Ilustrasi menyeduh kopi. Foto chico明/pixabay.com.

Ilustrasi menyeduh kopi. Foto chico明/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar. Jenis kopinya beragam dan bisa ditanam di beberapa kawasan dataran tinggi. Cara pengolahannya bermacam-macam sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang berbeda. Salah satu metode pengolahan kopi yang dikenal adalah dengan fermentasi. Untuk menerapkannya, kita perlu tahu zat-zat yang terkandung dalam biji kopi. Apa saja itu?

Dalam kuliah tamu untuk mata kuliah PG2206 Pangan Terfermentasi Prodi Teknik Pangan, Fakultas Teknologi Industri ITB, Eddy Kemenady dari Kemenady Coffee and Co-Working Space menjelaskan, kandungan biji kopi yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu lendir kopi (mucilage) dan daging buah kopi (pulp). Selain itu, bagian lain yang terdapat pada biji kopi adalah parchment, silverskin, dan bean.

Secara komposisi kimia, lendir buah pada kopi didominasi air hingga 84,2 persen. Lendir buah pada biji kopi juga terdiri dari protein sebesar 8,9 persen dan gula 4,1 persen. Sementara, kadar air dalam daging buah kopi mencapai 42,6 persen dan kadar selulosa sebesar 27,4 persen. Berbagai komponen lain seperti gula, tamin, mineral, lemak, resin, dan asam volatil lemak juga terdapat pada daging buah kopi.

Baca Juga: Sukses Invensi Mesin Sangrai Kopi, BRIN Lirik Teknologi Fermentasi ‘Mutiara Hitam’

Tahap pemrosesan kopi melalui berbagai tahap. Biji kopi yang masih berjenis cherry akan melalui proses depulping, fermentation, demucilage, dan drying sebelum menjadi green beans. Setelah biji menjadi green beans, kemudian dipanggang hingga menjadi roasted beans.

“Secara spesifik, pemrosesan kopi dibedakan menjadi dua metode yaitu dengan dry method dan wet method,” jelas Eddy.

Setiap proses yang dilalui biji kopi akan mengubah lapisan yang ada pada biji kopi. Pada proses fermentasi kopi, jenis bakteri yang dilibatkan adalah bakteri Saccharomyces cerevisiae dan Lactic acid bacteria. Proses fermentasi berlangsung di dalam coffee fermentation tank.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cita rasagreen beansITBKopikopi fermentasiroasted beans

Editor

Next Post
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto torstensimon/pixabay.com.

Momentum Mudik Lebaran Percepat Peningkatan Cakupan Vaksinasi Booster

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media