Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Rayap, Pengurai Bahan Organik sekaligus Perusak Perabot Rumah

Sebagian besar kerusakan akibat rayap terjadi secara tersembunyi karena aktivitasnya berlangsung di dalam kayu atau melalui lorong-lorong tanah yang dibangun untuk menjaga kelembapan tubuh.

Rabu, 17 Juni 2026
A A
Rayap, hewan pengurai bahan organik. Foto RoyBuri/Pixabay.com.

Rayap, hewan pengurai bahan organik. Foto RoyBuri/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Arinana pun membagikan tips agar aman dari rayap antara lain tidak menyimpan koleksi baju di dalam lemari yang lembab, tanpa ada sirkulasi udara, dan tidak pernah dibuka. Sebab lemari atau ruang penyimpanan yang jarang dibuka menjadi lokasi yang disukai rayap.

“Sirkulasi udara dan pencahayaan membuat rayap merasa terganggu,” jelas dia.

Pencegahan serangan rayap dapat dimulai dengan menjaga kondisi rumah agar tidak lembap dan minim sirkulasi udara.

“Jangan lupa secara reguler lemari itu dibuka. Jangan sampai dokumen sudah diletakkan di situ, setahun tidak dibuka. Kondisi seperti itu sangat disukai rayap,” tutur dia.

Deteksi dini rayap

Perlindungan terhadap rumah tidak cukup hanya mengandalkan material tertentu atau wadah penyimpanan. Pengendalian rayap perlu dilakukan secara menyeluruh, baik pada bangunan maupun isi rumah.

Pengendalian dapat dilakukan sejak tahap pembangunan melalui metode prakonstruksi maupun setelah bangunan berdiri melalui metode pascakonstruksi. Salah satu cara yang umum diterapkan adalah pemasangan chemical barrier di bawah bangunan agar rayap tidak dapat masuk. Selain itu, dapat digunakan physical barrier berupa fondasi yang lebih tebal untuk menghambat pergerakan rayap.

Arinana mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda serangan rayap, seperti serbuk kayu, retakan, atau kayu yang terdengar kopong saat diketuk. Deteksi dan penanganan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan menangani kerusakan yang sudah parah.

Deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar. Dengan mengenali gejala awal serangan, masyarakat dapat segera melakukan tindakan pencegahan maupun pengendalian sebelum serangan rayap berkembang lebih parah.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai mitos penebangan pohon pada musim tertentu, Agus menjelaskan pengaruh musim lebih terlihat pada bambu dibandingkan kayu. Bambu dengan kadar pati tinggi dan kadar air rendah cenderung lebih mudah diserang organisme perusak. Sedangkan pada kayu, pengaruh musim penebangan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap ketahanan material.

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga memperkenalkan pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengendalian rayap, di antaranya ekstrak biji sirsak dan biji srikaya. Bahan tersebut dapat diekstraksi menggunakan alkohol maupun air, kemudian diaplikasikan pada permukaan kayu untuk membantu melindungi material dari serangan rayap.

Biji dapat ditumbuk hingga halus, kemudian diekstraksi menggunakan alkohol 70 persen selama 24 jam atau direndam dalam air selama 48 jam sebelum disaring. Larutan hasil ekstraksi kemudian diaplikasikan pada kayu dengan cara dioleskan atau dikuaskan berulang kali agar bahan aktif dapat meresap secara optimal ke dalam material kayu. [WLC02]

Sumber: IPB University, BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daur ulangFakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversityPusat Riset Zoologi Terapan BRINRayapSerangga Sosial

Editor

Next Post
Tangkapan video pendek saat tentara datang ke eks HGU Wirya Cakra di Tasikmalaya, Jawa Barata, 18 Juni 2026. Foto @tanahuntukrakyat/Instagram.

Surat Keprihatinan Darurat Agraria: Arogansi Tentara di Tasikmalaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Tangkapan video pendek saat tentara datang ke eks HGU Wirya Cakra di Tasikmalaya, Jawa Barata, 18 Juni 2026. Foto @tanahuntukrakyat/Instagram.Surat Keprihatinan Darurat Agraria: Arogansi Tentara di Tasikmalaya
    In News
    Kamis, 18 Juni 2026
  • Rayap, hewan pengurai bahan organik. Foto RoyBuri/Pixabay.com.Mengenal Rayap, Pengurai Bahan Organik sekaligus Perusak Perabot Rumah
    In Rehat
    Rabu, 17 Juni 2026
  • Rapat dengar pendapat dan rapat kerja KLH/BPLH dengan Komisi XII DPR di SEnayan, jakarta. Foto Dok. KLH/BPLH.Pengelolaan Sampah dengan Partisipasi Publik Jadi Prioritas KLH Tahun 2027
    In News
    Rabu, 17 Juni 2026
  • Kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 16 Juni 2026. Foto Dok. BPBD Palu.Gempa Bumi Sigi M6,7 Gempa Dangkal yang Dipicu Sesar Sausu
    In Bencana
    Selasa, 16 Juni 2026
  • Kolaborasi KLH/BPLH dengan TNI dalam pengelolaan sampah di Bali, 24 Maret 2025. Foto Dok. KLH/BPLH.Walhi Tolak Pelibatan Tentara dalam Pengelolaan Sampah
    In News
    Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media