Wanaloka.com – Rayap merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni dengan pembagian kasta yang terdiri atas kasta reproduktif (raja dan ratu), kasta prajurit, dan kasta pekerja. Di alam, rayap berperan penting sebagai pengurai bahan organik yang membantu proses daur ulang unsur hara dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Di sisi lain, rayap menjadi salah satu ancaman tersembunyi yang dapat merusak bangunan dan berbagai barang di dalam rumah. Meski berukuran kecil dan sering tidak terlihat, serangan rayap dapat menyebabkan kerusakan serius pada perabot rumah, dokumen penting, bahkan struktur bangunan.
Dosen Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Arinana menjelaskan rayap tidak hanya menyerang kayu. Berbagai barang yang mengandung selulosa juga berpotensi menjadi sumber makanan bagi rayap, termasuk dokumen dan pakaian.
“Kalau dokumen memang berbahan kertas, tetapi baju juga berasal dari serat yang mengandung selulosa,” ujarnya dalam Program IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Ismanto menambahkan, koloni rayap berkembang di sekitar pemukiman dan memanfaatkan material berbahan selulosa sebagai sumber makanan. Dalam kondisi tersebut, rayap dapat menjadi hama yang menyebabkan kerusakan pada bangunan, perabot, arsip, hingga berbagai material berbasis kayu lainnya.
Arinana juga meluruskan anggapan bahwa menyimpan dokumen dalam wadah plastik sudah cukup untuk melindunginya dari rayap. Sebaliknya, meskipun rayap tidak memakan plastik, serangga tersebut juga dapat merusaknya untuk mencapai sumber makanan yang berada di dalamnya.
“Rayap itu kalau ada penghalang, dia akan merusak, tetapi tidak dimakan atau dikonsumsi. Plastik bisa dirusak agar dia mencapai isi di dalamnya,” kata dia.
Bagaimana rayap merusak?
Sementara Agus memperkenalkan teknologi pengenalan rayap perusak kayu serta metode pengendaliannya kepada masyarakat Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ancaman rayap terhadap bangunan dan aset berbahan kayu sekaligus memperkenalkan solusi pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis rayap yang umum ditemukan di Indonesia, khususnya rayap tanah dan rayap kayu kering. Rayap tanah hidup di dalam tanah dan membangun terowongan menuju sumber makanan, sedangkan rayap kayu kering dapat hidup langsung di dalam kayu dengan kadar air yang relatif rendah.
“Setiap jenis rayap memiliki karakteristik serangan yang berbeda sehingga identifikasi jenis rayap menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan metode pengendalian yang tepat,” jelas Agus.
Selain mengenali jenis-jenis rayap, masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai tanda-tanda awal serangan rayap, seperti munculnya lorong tanah pada dinding atau pondasi bangunan, kayu yang terdengar kopong saat diketuk, perubahan kondisi permukaan kayu, hingga ditemukannya sayap rayap yang terlepas setelah musim perkawinan.
Agus menjelaskan, sebagian besar kerusakan akibat rayap terjadi secara tersembunyi karena aktivitasnya berlangsung di dalam kayu atau melalui lorong-lorong tanah yang dibangun untuk menjaga kelembapan tubuh. Akibatnya, kerusakan sering kali baru diketahui setelah struktur kayu mengalami penurunan kekuatan yang signifikan. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa biaya perbaikan bangunan, tetapi juga berkurangnya umur pakai material kayu yang digunakan masyarakat.






Discussion about this post