Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menuju Kampus Mandiri Sampah, UGM Kenalkan Laboratorium Daur Ulang Sampah

Sampah yang berada di Pusat Inovasi Agroteknologi merupakan sampah yang berasal dari seluruh UGM dan bisa mencapai 2 sampai 3 truk tiap harinya.

Senin, 24 Februari 2025
A A
Budidaya maggot bagian dari pengelolaan sampah di RinDU UGM. Foto Dok. UGM.

Budidaya maggot bagian dari pengelolaan sampah di RinDU UGM. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penetapan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) oleh pemerintah adalah dalam rangka mengenang peristiwa longsornya TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa barat, 20 tahun lalu, tepatnya 21 Februari 2005. Peristiwa longsor sampah ini menimbun banyak rumah warga, sampai memakan 157 korban jiwa. Insiden ini termasuk bencana longsoran sampah terparah kedua di dunia.

Berkaca dari peristiwa kelam tersebut, pengelolaan sampah terintegrasi harus betul-betul menjadi perhatian. Sebab tak hanya berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar, namun juga pada lingkungan dan ekosistem global serta perubahan iklim.

Memperingati HPSN, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (Ditmawa) dan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) menyelenggarakan Lokakarya Pengelolaan sampah yang bertempat di Rumah Inovasi Daur Ulang (RinDU) PIAT UGM, di Kelurahan Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: Komisi III DPR Usul Galian C Jadi Sumber PNBP untuk Atasi Tambang Ilegal

Ratusan peserta lokakarya mengikuti pemaparan mengenai pengelolaan sampah di PIAT UGM seraya menyaksikan langsung proses pengelolaan, seperti budidaya Maggot BSF, pengomposan daun, dan pemilahan dan pencacahan sampah.

“Para peserta juga belajar tentang praktik pembuatan eco-enzyme, juga pembuatan ember tumpuk,” kata Pengelola PIAT, Pipit Noviyani, Senin, 24 Februari 2025.

Kegiatan lokakarya kunjungan langsung dalam pengelolaan sampah secara terpadu ini dapat memotivasi peserta untuk melaksanakan kegiatan yang sama di unit kerja masing-masing.

Baca juga: Maret-April 2025 Diprediksi Hujan Lebat, Pantau Info Cuaca Sebelum Mudik Lebaran

“Informasi apapun diperoleh peserta hari ini harapannya dapat memotivasi Bapak dan Ibu dalam memperbaiki lagi atau meningkatkan kembali pengelolaan sampah yang dilaksanakan di unit masing-masing,” harap dia.

Dalam kegiatan berkeliling di RinDu, semacam laboratorium daur ulang sampah dan limbah ini, Arief Mujaab, selaku petugas menjelaskan secara rinci bagaimana cara budidaya maggot selama kurang lebih 14 hari. Bermula dari telur, larva, pupa, lalat muda, hingga lalat dewasa yang mampu mempercepat penguraian limbah.

Selanjutnya, para peserta diajak melihat langsung teknologi pemilahan dan pencacahan sampah menggunakan mesin. Ia menjelaskan bahwa sampah yang berada di PIAT merupakan sampah yang berasal dari seluruh UGM dan bisa mencapai 2 sampai 3 truk tiap harinya.

Baca juga: Makanan Manusia yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Kucing

“Tiap hari ada 6-7 kubik sampah dikirim ke sini untuk didaur ulang,” kata dia.

Hasil dari sampah-sampah yang sudah dipisahkan menjadi anorganik dan organik ini dimanfaatkan ulang. Sampah anorganik, seperti sisa-sisa plastik akan digunakan untuk paving block dengan kerjasama pihak ketiga. Botol-botol dijual kembali, sampah organik menjadi bahan kompos, sedangkan sisa makanan dari UGM dimanfaatkan untuk budidaya maggot.

“Sisa makanan kami dapatkan dari kantin-kantin UGM terutama dari Pujale, Wisdom Park dan yang paling banyak dari RSA UGM, tapi hanya yang non-infectious,” jelas dia.

Baca juga: Mencegah Risiko Penularan Penyakit dari Satwa Liar dengan Konsep One Health

Peserta juga diajak ke area pengomposan daun, kemudian dilanjutkan sesi materi pengomposan dan pengelolaan sampah organik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: daur ulang sampahHari Peduli Sampah NasionalPusat Inovasi Agroteknologi UGMRumah Inovasi Daur Ulang

Editor

Next Post
Komisi XIII melakukan kunker ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, 22 Februari 2025. Foto Galuh/DPR.

Komisi XIII Ingatkan Bahaya Pengelolaan Limbah FABA di Lapas Nusakambangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media