Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menunggu Peta Nasional Ekosistem Laut untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Keberadaan peta tersebut membantu perhitungan serapan karbon dalam Nationally Determined Contribution (NDC), ocean accounting, hingga perizinan pembangunan di laut, mengingat data padang lamun nasional masih terbatas.

Minggu, 24 Agustus 2025
A A
Ilustrasi ekosistem laut. Foto Jackdrafahl/pixabay.com.

Ilustrasi ekosistem laut. Foto Jackdrafahl/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan peta nasional ekosistem terumbu karang dan padang lamun yang ditargetkan akan diluncurkan pada akhir 2025. Peta ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya laut, perubahan iklim, hingga valuasi ekonomi ekosistem karbon biru Indonesia.

Menurut pakar pemetaan padang lamun dari Fakultas Geografi UGM, Prof. Pramaditya Wicaksono peta nasional ekosistem terumbu karang dan padang lamun penting karena data lamun nasional masih terbatas. Luasan yang tervalidasi baru sekitar 290 ribu hektare. Keberadaan peta tersebut membantu perhitungan serapan karbon dalam Nationally Determined Contribution (NDC), ocean accounting, hingga perizinan pembangunan di laut.

“Jauh dari potensi sesungguhnya,” kata dia di Kampus UGM, Jumat, 22 Agustus 2025.

Baca juga: Kemacetan, Fasum Terbatas dan Lingkungan Tak Bersih Jadi Tantangan Momen Libur Nasional

Tantangan utama pemetaan adalah luasnya wilayah Indonesia yang mustahil dipetakan hanya dengan survei lapangan. Perlu upaya untuk mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh, satelit, remote sensing, serta data lapangan melalui pendekatan citizen science.

Selain tantangan teknis, persoalan koordinasi antar lembaga juga menjadi kendala. Selama ini, banyak data yang tersebar di berbagai instansi tanpa akses dan pemanfaatan yang jelas. Melalui proyek ini, semua pemangku kepentingan mulai dari universitas, kementerian, pemerintah daerah, hingga NGO dikumpulkan untuk membangun komunikasi, menyelaraskan peran, dan menetapkan standar data nasional.

“Kami akan segera memiliki peta lamun nasional pertama. Bahkan, sejumlah negara besar pun belum memiliki peta sejenis yang terintegrasi secara nasional. Ini menjadi prestasi penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga sebagai kontribusi pada upaya global dalam pengelolaan ekosistem karbon biru,” ujar dia.

Baca juga: Pelita Air Terbang dengan Bahan Bakar Olahan Minyak Jelantah 2,5 Persen

Soal target peluncuran peta ekosistem terumbu karang dan padang lamun pada akhir 2025, Pramaditya berharap peta ini menjadi tonggak sejarah dalam pengelolaan ekosistem laut Indonesia. Sekaligus memperkuat peran negara dalam mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Atasi perubahan iklim

Pada 2023, KKP menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang. Sebelumnya, mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Geografi UGMKKPmitigasi perubahan iklimPadang lamunpeta ekosistem lautterumbu karang

Editor

Next Post
Alumni Unair dan pesepeda #NorthCape4000, Arbelly Noor. Foto Dok. Arbelly.

Arbelly Noor, Bersepeda Menembus Hutan Melintasi Italia hingga Norwegia

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media