Sabtu, 14 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Misteri Ular Siput di Hutan Claket, Benarkah Memang Hidup di Mojokerto?

Ular ini pemangsa siput dengan adaptasi yang luar biasa, karena rahangnya bisa mengekstraksi tubuh lunak mangsanya langsung dari dalam cangkang.

Senin, 31 Maret 2025
A A
Ular siput di hutan Claket, Mojokerto, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Ular siput di hutan Claket, Mojokerto, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Malam semakin larut di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 19 Maret 2025. Selepas berbuka puasa dan salat Tarawih, dua orang pegiat konservasi dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 09 Mojokerto Seksi KSDA Wilayah III Surabaya melangkah hati-hati di jalanan hutan yang sunyi. Ferdinan Sabastian dan Tifan Nur Rizal membawa senter, menyisir rimbunnya dedaunan, berharap menemukan kehidupan liar yang tersembunyi dalam gelap.

Di antara ranting dan semak yang basah oleh embun, sesuatu yang langka tertangkap cahaya senter. Seekor ular siput Aplopeltura boa, spesies unik yang sangat jarang dijumpai. Ular ini dikenal juga sebagai Blunthead Slug Snake, sebagai pemangsa siput. Adaptasinya luar biasa, karena rahangnya bisa mengekstraksi tubuh lunak mangsanya langsung dari dalam cangkang.

Apakah Aplopeltura boa ada di Mojokerto?

Secara umum, distribusi alami ular siput mencakup wilayah Indonesia (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Nias, Bangka, dan Kepulauan Natuna), Malaysia, Thailand, Myanmar, Brunei, dan Filipina. Namun, catatan spesifik mengenai keberadaannya di Jawa lebih banyak berasal dari wilayah barat.

Hingga saat ini, tidak banyak laporan ilmiah yang mencatat keberadaan spesies ini di Mojokerto. Penemuan di Hutan Claket ini bisa jadi merupakan rekaman distribusi baru yang menunjukkan bahwa jangkauan Aplopeltura boa lebih luas daripada yang diduga sebelumnya.

Ada beberapa kemungkinan terkait penemuannya di Mojokerto.

Pertama, Populasi Lama. Bisa jadi spesies ini memang telah lama ada di wilayah Mojokerto. Lantaran sifatnya yang nokturnal, arboreal, dan jarang ditemui, keberadaannya tidak banyak terdeteksi.

Kedua, Perluasan Habitat. Perubahan iklim atau dinamika ekologi bisa membuat spesies ini mulai muncul di daerah yang sebelumnya tidak tercatat sebagai habitatnya.

Ketiga, Penyebaran Alami atau Tidak Disengaja. Meski kecil kemungkinannya, penyebaran ular ini bisa saja terjadi akibat perpindahan individu melalui aktivitas manusia. Semisal terbawa dalam perdagangan tanaman atau pergerakan fauna secara tidak sengaja.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Aplopeltura boaBBKSDA JatimHutan ClaketKabupaten Mojokertoular siput

Editor

Next Post
Menelusuri habitat babi kutil di Bawean, Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Menelusuri Habitat Babi Kutil di Suaka Margasatwa Pulau Bawean

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media