Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Ruang Dilarang Masuk Kampung Pumpente dan Laingpatehi

Kamis, 25 April 2024
A A
Mitigasi dampak erupsi Gunung Ruang masyarakat dilarang memasuki Kampung Pumpente dan Laingpatehi yang berada di kaki Gunung Ruang, masuk zona berbahaya. Foto BNPB/Andri Cipto Utomo.

Mitigasi dampak erupsi Gunung Ruang masyarakat dilarang memasuki Kampung Pumpente dan Laingpatehi yang berada di kaki Gunung Ruang, masuk zona berbahaya. Foto BNPB/Andri Cipto Utomo.

Share on FacebookShare on Twitter

“Rambu tersebut merupakan sarana sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memasuki lagi Kampung Pumpente dan Laingpatehi yang masuk dalam radius kawasan rawan bencana,” kata Lilik saat meninjau lokasi pada Rabu, 24 April 2024.

Data Pengungsi

Tim verfikasi Pemkab Sitaro mendata jumlah warga terdampak erupsi Gunung Ruang sebanyak 14.045 penduduk. Dari jumlah tersebut, warga yang mengungsi berjumlah 6.125 penduduk, dengan rincian 2.943 laki-laki dan 3.182 perempuan. Warga pengungsi dampak erupsi Gunung Ruang tersebar di 13 lokasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, penanganan terhadap warga dampak erupsi Gunung Ruang dilakukan dalam dua bagian.

Warga pengungsi yang berasal dari Pulau Ruang ditempatkan di satu lokasi yakni Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di Dermaga Tagulandang.

“Gedung BLK sebelumnya menjadi gudang bantuan logistik, dan saat ini disiapkan untuk lokasi pengungsian pendudukan Gunung Ruang,” kata Muhari pada Kamis, 25 Aprul 2024.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Sedangkan untuk warga yang berasal dari wilayah Kecamatan Pulau Tagulandang, ada yang mengungsi di rumah kerabat, dan juga tetap bertahan di rumah mereka, dengan kondisi atap rumah berlubang dampak terkena material erupsi eksplosif Gunung Ruang pada 17 April 2024 lalu.

“Sampai saat ini tercatat kerugian materil 3.331 unit rumah, 31 unit sarana ibadah, 11 unit perkantoran, 21 unit sarana pendidikan dan 5 unit sarana kesehatan. Sedangkan jumlah rumah rusak sebanyak 363 unit,” kata Muhari.

Dalam penanganan dampak erupsi Gunung Ruang, BNPB telah mendistribusikan bantuan tahap pertama kepadsa pemerintah daerah, berupa dana siap pakai Rp350 juta, seng 10.000 lembar, tenda pengungsi 5 set, tenda keluarga 100 unit, light tower 4 unit, genset 4 unit, sembako 300 paket, makanan siap saji 300 paket, hygiene kit 300 paket, matras 300  , selimut 300 lembar, kasur lipat 150 lembar, masker 300 boks, velbed 50 unit, toilet portable 10 paket, survival kit pengungsi 300 paket, terpal sebanyak 320 lembar. [WLC01]

Sumber: PVMBG, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: erupsi Gunung RuangKabupaten Sitaroletusan eksplosif Gunung Ruangmitigasi dampak erupsi Gunung RuangPulau Tagulandang

Editor

Next Post
Ilustrasi krisis air. Foto balouriarajesh/pixabay.com.

Akankah WWF ke-10 di Bali Menjadi Solusi Krisis Air Dunia?

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media