Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Kebakaran Lahan Gambut Lewat Pendekatan Ekohidrologi

Dalam pendekatan ini, tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), yakni sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon.

Minggu, 26 Oktober 2025
A A
Kebakaran lahan gambut di palangkaraya, Kalimantan Tengah. Foto Aulia Erlangga/CIFOR.

Kebakaran lahan gambut di palangkaraya, Kalimantan Tengah. Foto Aulia Erlangga/CIFOR.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Cuaca Panas Tiap Tahun Makin Ekstrem, Penggunaan AC Justru Meningkatkan Udara Panas

Selain itu, ia bersama tim menciptakan platform RAMIN (R-based Assessment for Modeling Indonesian Nature), yakni sistem daring yang menggabungkan pemodelan hidrologi, emisi karbon, dan valuasi kredit karbon.

“RAMIN menggunakan data lokal secara real-time, transparan, dan berbasis riset ilmiah,” terang dia.

Taufik menegaskan, pengelolaan gambut berbasis ekohidrologi tidak hanya menekan risiko kebakaran, tetapi juga mendukung agenda ekonomi hijau nasional.

“Jika kondisi gambut terjaga, kami turut menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC (Nationally Determined Contribution) pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Solar Dicampur Biodiesel 40 Persen Tahun 2026, Bensin Dicampur Etanol 10 Persen Tahun 2027

Pendekatan ekohidrologi juga dinilai mampu mengintegrasikan sains dengan kebijakan publik. Pengambilan keputusan berbasis data ilmiah dapat memperkuat tata kelola lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Ia berharap hasil penelitian dan inovasi ini menjadi kontribusi nyata IPB University dalam memperkuat ketahanan ekosistem gambut Indonesia. Juga menjaga keseimbangan alam dan ekonomi secara berkelanjutan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Restorasi Gambut dan MangroveCadangan karbonFMIPA IPB Universitykebakaran lahan gambutpendekatan ekohidrologi

Editor

Next Post
Ilustrasi ramuan pereda influenza. Foto fotoblend/pixabay.com.

Varian Virus Influenza Berbeda, Respons Kekebalan Tubuh Berpotensi Lambat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media