Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mitigasi Kebisingan, Pasang Rak Buku untuk Memecah Gelombang Suara

Kamis, 20 Juni 2024
A A
Ilustrasi rak buku di dinding. Foto JayMantri/pixabay.com.

Ilustrasi rak buku di dinding. Foto JayMantri/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Polusi suara atau kebisingan dapat secara signifikan menyebabkan penurunan kualitas hidup masyarakat, mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi penduduk di sekitarnya.

Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Kecamatan Cicendo, Kota Bandung yang terdampak kebisingan dari aktivitas pesawat. Sementara Bandara Husein Sastranegara merupakan salah satu bandara yang dikelilingi permukiman dan aktivitas masyarakat.

Berdasarkan pendataan tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), terdapat 53 fasilitas pendidikan dan 2 fasilitas kesehatan di Kawasan Kebisingan Tingkat III. Kemudian ada 37 fasilitas pendidikan dan 4 fasilitas kesehatan di Kawasan Kebisingan Tingkat II yang berpotensi terganggu oleh aktivitas penerbangan.

Baca Juga: Sempat Dilarang, Pemerintah Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kratom

Tim Pengabdian kepada Masyarakat SAPPK ITB menyusun pedoman mitigasi kebisingan dari aktivitas bandar udara yang dapat digunakan oleh stakeholders pada daerah yang terdampak. Pedoman itu disusun dalambentuk Buku Saku Mitigasi Kawasan Kebisingan di Sekitar Bandar Udara. Kemudian melakukan sosialisasi dan diskusi terkait mitigasi kebisingan dengan perwakilan pemerintah dan masyarakat yang terdampak kebisingan dari aktivitas pesawat di Kantor Kecamatan Cicendo.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan mengenai definisi dan ruang lingkup kawasan kebisingan dan opsi-opsi upaya mitigasi. Beberapa rekomendasi upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebisingan di dalam ruangan adalah menutup celah pintu dan jendela, menggunakan dinding kedap suara. Juga bisa menempatkan benda besar seperti rak buku di dekat tembok, serta memasang tirai di jendela untuk memecah gelombang suara sehingga tidak masuk ke ruangan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bandar udarakawasan kebisinganmitigasi kebisinganrak bukuSAPPK ITB

Editor

Next Post
Proses vaksinasi rabies pada anjing di Timor Tengah Selatan, NTT, 31 Januari 2024. Foto Dok. BNPB.

Nusa Tenggara Timur Ditarget Bebas Rabies Pada Desember 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media