Kamis, 16 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Muhammad Buce Saleh: Luas Tutupan Hutan Terus Menurun Sejak 1990-2020

Luasan hutan kian bertambah tahun kian berkurang di pulau-pulau di Indonesia. Perlu keputusan pemerintah yang konsisten dan objektif untuk menyelamatkannya.

Senin, 28 Februari 2022
A A
c

Prof. Muhammad Buce Saleh. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hutan menjadi kunci dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Namun dalam praktik pengelolaannya tidak lepas dari banyak permasalahan, termasuk sektor kehutanan di Indonesia. Keberadaan Sumberdaya Hutan (SDH) di Indonesia meliputi areal yang sangat luas. Seiring dengan perkembangan penduduk dan tuntutan pembangunan, luasan hutan tersebut semakin berkurang.

“Telah terjadi penurunan tutupan hutan Indonesia sepanjang tahun 1990-2020,” kata Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Muhammad Buce Saleh dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah.

Penurunan tutupan tersebut meliputi di Sumatera sebesar 18 persen, Jawa sebesar 9 persen, Kalimantan sebesar 20 persen, Sulawesi sebesar 14 persen, Maluku sebesar 10 persen, Bali Nusa sebesar 17 persen, dan Papua sebesar 7 persen.

Baca Juga: Agung Satyawan: Jika Ukraina Jadi Anggota NATO, PD III Dikhawatirkan Meletus

Ia menambahkan, perencanaan skenario pemanfaatan SDH Indonesia dalam perspektif waktu 2005-2025 telah memperkirakan luas tutupan hutan akan berkurang 20 persen pada tahun 2025. Tren tersebut terkonfirmasi dari data penurunan tutupan hutan periode 1990-2020 sekitar 19 persen. Berdasarkan uraian tersebut keadaan SDH Indonesia dalam periode 20 tahun ke depan (2005-2025) akan berada dalam tiga skenario.

Meliputi skenario pesimis, skenario moderat, dan skenario pptimis. Skenario pesimis adalah kondisi luas kawasan hutan akan berkurang sebesar 20 persen dan konflik masih tetap berlangsung. Skenario moderat dengan kondisi luas kawasan hutan akan berkurang sebesar 20 persen, tetapi konflik dapat diselesaikan sehingga luas tutupan hutan kemungkinan akan lebih besar dari luas kawasan hutan.

Sementara skenario optimis adalah kondisi luas kawasan hutan dapat dipertahankan dan konflik dapat diselesaikan. Skenario optimis merupakan kondisi yang sangat ideal.

Baca Juga: Munif Ghulamahdi: Teknologi Budidaya Jenuh Air Jadi Solusi Kelangkaan Kedelai

“Ini mungkin terjadi apabila kita mencegah pertambahan penduduk serta pertumbuhan ekonomi sudah tidak tergantung lagi kepada SDH,” kata Buce.

Hasil analisis terhadap semua skenario masa depan SDH Indonesia dan semua alternatif arahan pemanfaatannya menunjukkan bahwa skenario yang paling mungkin dilakukan adalah skenario moderat. Arah pemanfaatan SDH lebih diutamakan untuk usaha skala kecil baik di hutan alam maupun hutan tanaman. Sedangkan usaha skala besar yang ada sekarang didorong agar mempunyai kinerja baik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB UniversityLuasan hutanSDHSumberdaya Hutantutupan hutan

Editor

Next Post
Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Kesemutan Separuh Badan, Waspada Gejala Stroke

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media