Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Muka Air Laut di Wilayah Indonesia Naik di Bawah 0,5 Meter Usai Gempa M8,7 Rusia, Berbahayakah?

Tsunami setinggi 50 sentimeter dapat beramplifikasi dan ketinggiannya berpotensi meningkat apabila gelombangnya menerjang wilayah teluk.

Rabu, 30 Juli 2025
A A
Dampak gempa bumi M8,7 di pesiir timur timur Kamchatka, Rusia berdampak tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, 30 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Dampak gempa bumi M8,7 di pesiir timur timur Kamchatka, Rusia berdampak tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, 30 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M8,7 mengguncang di dekat pesisir timur Kamchatka atau di wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, 30 Juli 2025 pukul 08.25 waktu setempat atau 23.25 GMT atau pukul 06:24:50 WIB. Hasil analisis parameter update menunjukkan gempa bumi ini memiliki episenter terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km.

Gempa bumi ini telah memicu peringatan dini tsunami di kawasan Pasifik, termasuk Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada kenaikan muka air laut di beberapa wilayah Indonesia bagian timur sebagai respons terhadap aktivitas tektonik tersebut.

“Kenaikan muka air laut terdeteksi di beberapa titik pantai Indonesia, dengan ketinggian antara 0,05 hingga 0,2 meter. Kondisi ini menunjukkan energi tsunami dari gempa Rusia menjalar ke wilayah perairan Indonesia, meskipun tidak signifikan,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025.

Baca juga: Enam Provinsi Siaga Tanggap Darurat Karhutla 2025

Berikut catatan hasil pengamatan BMKG melalui sensor muka laut (tsunami gauge) di sembilan titik. Kenaikan muka air laut setinggi 0,2 meter terjadi di Jayapura DOK II pukul 14:14 WIB; Sarmi pukul 14:20 WIB; ⁠Sorong pukul 14:35 WIB; ⁠Depapre, Jayapura pukul 14:45 WIB; ⁠Sausapor pukul 15:04 WIB.

Kemudian di ⁠Pelabuhan Tapaleo, Halmahera Tengah setinggi 0, 06 meter pukul 14:15 WIB; ⁠Pelabuhan Beo, Talaud setinggi 0,05 meter pukul 15:14 WIB; ⁠Pelabuhan Daeo Majiko, Morotai setinggi 0,08 meter pukul 15:17 WIB. Sementara ⁠Gorontalo tidak terdeteksi anomali muka laut.

“Meski ketinggiannya relatif kecil, kami tetap menetapkan status Waspada untuk sejumlah wilayah pesisir. Artinya, daerah-daerah tersebut berpotensi terdampak gelombang tsunami setinggi di bawah 0,5 meter. Masyarakat kami imbau segera menjauhi area pantai dan tetap siaga,” terang Daryono.

Baca juga: Pola Unik Pergerakan Kura-kura Moncong Babi Kadang ke Hulu Kadang ke Hilir

Bentuk pantai, terutama yang menyerupai teluk atau ceruk sempit, dapat memperkuat gelombang tsunami, sehingga potensi dampak lokal tetap perlu diantisipasi.

“Kami terus memantau situasi secara real-time dan memperbarui informasi jika ada perkembangan signifikan,” lanjut dia.

BMKG juga menginformasikan hingga pukul 16.30 WIB telah terjadi 43 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,9. Daryono mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu atau hoaks terkait tsunami dan hanya mengakses informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi.

Baca juga: Janji Menteri Kehutanan, Wisata Alam Bukan Wisata Massal Tapi Ekowisata

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBgempa bumi Rusiagempa dan tsunami

Editor

Next Post
Gempa M8,7 di Rusia, 30 Juli 2025. Foto US Geological Survey.

Wilayah Tektonik Kamchatka Mirip Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa dan Utara Halmahera

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media