Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Muka Air Laut di Wilayah Indonesia Naik di Bawah 0,5 Meter Usai Gempa M8,7 Rusia, Berbahayakah?

Tsunami setinggi 50 sentimeter dapat beramplifikasi dan ketinggiannya berpotensi meningkat apabila gelombangnya menerjang wilayah teluk.

Rabu, 30 Juli 2025
A A
Dampak gempa bumi M8,7 di pesiir timur timur Kamchatka, Rusia berdampak tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, 30 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Dampak gempa bumi M8,7 di pesiir timur timur Kamchatka, Rusia berdampak tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, 30 Juli 2025. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M8,7 mengguncang di dekat pesisir timur Kamchatka atau di wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, 30 Juli 2025 pukul 08.25 waktu setempat atau 23.25 GMT atau pukul 06:24:50 WIB. Hasil analisis parameter update menunjukkan gempa bumi ini memiliki episenter terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km.

Gempa bumi ini telah memicu peringatan dini tsunami di kawasan Pasifik, termasuk Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada kenaikan muka air laut di beberapa wilayah Indonesia bagian timur sebagai respons terhadap aktivitas tektonik tersebut.

“Kenaikan muka air laut terdeteksi di beberapa titik pantai Indonesia, dengan ketinggian antara 0,05 hingga 0,2 meter. Kondisi ini menunjukkan energi tsunami dari gempa Rusia menjalar ke wilayah perairan Indonesia, meskipun tidak signifikan,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Rabu, 30 Juli 2025.

Baca juga: Enam Provinsi Siaga Tanggap Darurat Karhutla 2025

Berikut catatan hasil pengamatan BMKG melalui sensor muka laut (tsunami gauge) di sembilan titik. Kenaikan muka air laut setinggi 0,2 meter terjadi di Jayapura DOK II pukul 14:14 WIB; Sarmi pukul 14:20 WIB; ⁠Sorong pukul 14:35 WIB; ⁠Depapre, Jayapura pukul 14:45 WIB; ⁠Sausapor pukul 15:04 WIB.

Kemudian di ⁠Pelabuhan Tapaleo, Halmahera Tengah setinggi 0, 06 meter pukul 14:15 WIB; ⁠Pelabuhan Beo, Talaud setinggi 0,05 meter pukul 15:14 WIB; ⁠Pelabuhan Daeo Majiko, Morotai setinggi 0,08 meter pukul 15:17 WIB. Sementara ⁠Gorontalo tidak terdeteksi anomali muka laut.

“Meski ketinggiannya relatif kecil, kami tetap menetapkan status Waspada untuk sejumlah wilayah pesisir. Artinya, daerah-daerah tersebut berpotensi terdampak gelombang tsunami setinggi di bawah 0,5 meter. Masyarakat kami imbau segera menjauhi area pantai dan tetap siaga,” terang Daryono.

Baca juga: Pola Unik Pergerakan Kura-kura Moncong Babi Kadang ke Hulu Kadang ke Hilir

Bentuk pantai, terutama yang menyerupai teluk atau ceruk sempit, dapat memperkuat gelombang tsunami, sehingga potensi dampak lokal tetap perlu diantisipasi.

“Kami terus memantau situasi secara real-time dan memperbarui informasi jika ada perkembangan signifikan,” lanjut dia.

BMKG juga menginformasikan hingga pukul 16.30 WIB telah terjadi 43 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,9. Daryono mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu atau hoaks terkait tsunami dan hanya mengakses informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi terverifikasi.

Baca juga: Janji Menteri Kehutanan, Wisata Alam Bukan Wisata Massal Tapi Ekowisata

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBgempa bumi Rusiagempa dan tsunami

Editor

Next Post
Gempa M8,7 di Rusia, 30 Juli 2025. Foto US Geological Survey.

Wilayah Tektonik Kamchatka Mirip Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa dan Utara Halmahera

Discussion about this post

TERKINI

  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media