Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pola Unik Pergerakan Kura-kura Moncong Babi Kadang ke Hulu Kadang ke Hilir

Pergerakan satwa endemik ini menjadi dasar pembuatan kebijakan kawasan lindung atau kawasan konservasi.

Selasa, 29 Juli 2025
A A
Kura-kura moncong abbi. Foto WWF Indonesia.

Kura-kura moncong abbi. Foto WWF Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta), satwa endemik yang berstatus endangered (terancam punah) di Sungai Kao, Papua menunjukkan perilaku pergerakan yang tidak teratur dan saling tumpang tindih dalam penggunaan ruang hidupnya. Kesimpulan itu berdasarkan hasil riset tentang pola pergerakan uniknya oleh Tim peneliti IPB University yang dipimpin pakar ekologi satwa liar dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Prof. Mirza Dikari Kusrini.

“Jadi ada kura-kura yang bergeraknya ke arah hulu, ada juga yang ke arah hilir, kemudian ada yang ke arah hilir, kemudian dia naik kembali. Dia tidak memiliki pola pergerakan yang tunggal,” jelas Morgan Wayne, anggota tim peneliti.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil pemantauan menggunakan GPS tracker yang dikembangkan secara mandiri oleh tim peneliti. GPS ini merupakan prototipe ketiga dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan alat komersial, sehingga memungkinkan tim tetap melakukan pelacakan satwa meskipun dengan keterbatasan anggaran.

Baca juga: Janji Menteri Kehutanan, Wisata Alam Bukan Wisata Massal Tapi Ekowisata

Pemahaman terhadap pola pergerakan dan area jelajah (home range) kura-kura moncong babi dinilai penting dalam perumusan strategi konservasi yang berbasis ilmiah.

“Untuk melindungi satwa liar, kami perlu tahu kira-kira apakah semua badan sungai digunakan atau mungkin hanya sebagian. Ketika kami mengetahui, misalnya kura-kura ini bergerak di pinggir sungai atau dekat pasir peneluran, untuk kebijakan ke depan, seperti pembuatan kawasan lindung atau kawasan konservasi, kami sudah punya dasar,” terang Morgan.

Meskipun termasuk dalam daftar satwa dilindungi, kura-kura moncong babi di kawasan Sungai Kao masih menghadapi ancaman berupa pengambilan telur oleh masyarakat lokal selama musim peneluran pada Agustus hingga Oktober. Namun Mirza menilai aktivitas ini tidak berlangsung secara masif dan masyarakat setempat memiliki pemahaman ekologis yang cukup baik.

Baca juga: KKP Tingkatkan Pengelolaan Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Universitykura-kura moncong babisatwa endemik

Editor

Next Post
Pengecekan alat untuk menangani karhutla di Sumatra Selatan, 29 Juli 2025. Foto Danung Arifin/Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Enam Provinsi Siaga Tanggap Darurat Karhutla 2025

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media