Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Munif Ghulamahdi: Teknologi Budidaya Jenuh Air Jadi Solusi Kelangkaan Kedelai

Kelangkaan yang memicu harga kedelai tinggi terus berulang tiap tahun. BJA diharapkan jadi solusi persoalan tahunan komoditas pangan itu.

Rabu, 23 Februari 2022
A A
Profesor Munif Ghulamahdi. Foto ipb.ac.id.

Profesor Munif Ghulamahdi. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu di tanah air banyak yang disediakan dari impor. Hal ini menyebabkan perajin tahu tempe menjerit tatkala harga kedelai di pasar dunia melangit. Kenapa Indonesia masih sangat tergantung pada kedelai impor? Bukankah seharusnya kita bisa swasembada kedelai?

IPB University berhasil menemukan teknologi budidaya kedelai yang cocok ditanam di lahan pasang surut. Teknologi tersebut berupa teknologi budidaya jenuh air (BJA) kedelai.

Inovator dari IPB University, Profesor Munif Ghulamahdi menjelaskan bahwa BJA adalah sistem penanaman kedelai dengan memberikan irigasi secara terus-menerus dan membuat muka air tetap. Hal ini menyebabkan lapisan di bawah perakaran mengalami jenuh air.

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem Berupa Hujan Es dan Puting Beliung Hingga April 2022

Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura ini telah membuktikan teknologi BJA dapat meminimalisir sifat negatif dari lahan pasang surut. Dengan demikian, teknologi BJA layak dikembangkan untuk perluasan areal tanam kedelai.

“Dalam mendukung teknologi BJA, diperlukan adanya tata kelola kawasan produksi BJA serta menjamin tersedianya benih unggul dan sarana produksi lainnya,” terang Munif, Selasa, 22 Februari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BJAIPB Universitykedelaiperajin tahu tempeProfesor Munif Ghulamahdiswasembada kedelaiteknologi budidaya jenuh air

Editor

Next Post
Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Ingin Menang Kontes, Ini Tips Budidaya Ikan Guppy

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media