Rabu, 21 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Munif Ghulamahdi: Teknologi Budidaya Jenuh Air Jadi Solusi Kelangkaan Kedelai

Kelangkaan yang memicu harga kedelai tinggi terus berulang tiap tahun. BJA diharapkan jadi solusi persoalan tahunan komoditas pangan itu.

Rabu, 23 Februari 2022
A A
Profesor Munif Ghulamahdi. Foto ipb.ac.id.

Profesor Munif Ghulamahdi. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu di tanah air banyak yang disediakan dari impor. Hal ini menyebabkan perajin tahu tempe menjerit tatkala harga kedelai di pasar dunia melangit. Kenapa Indonesia masih sangat tergantung pada kedelai impor? Bukankah seharusnya kita bisa swasembada kedelai?

IPB University berhasil menemukan teknologi budidaya kedelai yang cocok ditanam di lahan pasang surut. Teknologi tersebut berupa teknologi budidaya jenuh air (BJA) kedelai.

Inovator dari IPB University, Profesor Munif Ghulamahdi menjelaskan bahwa BJA adalah sistem penanaman kedelai dengan memberikan irigasi secara terus-menerus dan membuat muka air tetap. Hal ini menyebabkan lapisan di bawah perakaran mengalami jenuh air.

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem Berupa Hujan Es dan Puting Beliung Hingga April 2022

Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura ini telah membuktikan teknologi BJA dapat meminimalisir sifat negatif dari lahan pasang surut. Dengan demikian, teknologi BJA layak dikembangkan untuk perluasan areal tanam kedelai.

“Dalam mendukung teknologi BJA, diperlukan adanya tata kelola kawasan produksi BJA serta menjamin tersedianya benih unggul dan sarana produksi lainnya,” terang Munif, Selasa, 22 Februari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BJAIPB Universitykedelaiperajin tahu tempeProfesor Munif Ghulamahdiswasembada kedelaiteknologi budidaya jenuh air

Editor

Next Post
Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Ingin Menang Kontes, Ini Tips Budidaya Ikan Guppy

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media