Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Neng Eem, Nasib Masyarakat Adat Terlunta-lunta di Tanah Sendiri

Negara wajib hadir untuk melindungi hak konstitusional masyarakat adat dan bagaimana memanusiakan manusia.

Kamis, 1 Mei 2025
A A
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto Dok. DPR.

Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Foto Dok. DPR.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyoroti permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat adat di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pengakuan kewarganegaraan dan akses terhadap hak-hak dasar. Sebab banyak komunitas adat yang terusir dari tanah leluhurnya dan tidak diakui secara administratif sebagai warga negara.

“Ini terkait hak hidup yang paling mendasar. Terkait juga dengan kependudukan,” kata Neng Eem dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

Ia mengutarakan keinginan untuk membicarakan nasib masyarakat adat, seperti Suku Anak Dalam dan lainnya di beberapa daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Bulan Purnama, Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Hingga 5 Mei 2025

“Karena nasib mereka sering terlunta-lunta. Padahal mereka asli adalah orang Indonesia, tetapi sering mereka terusir dari tanahnya sendiri,” tegas Neng Eem.

Menurut dia, akar persoalan dimulai dari tidak adanya dokumen administrasi, seperti kartu keluarga, akta kelahiran, hingga KTP yang membuat mereka sulit mengakses hak sebagai warga negara.

“Kenapa mereka tidak bisa mempertahankan? Karena mereka tidak bisa mendapatkan akses untuk diakui sebagai warga negara Indonesia, tidak bisa mengakses untuk punya KTP. Kenapa dia tidak punya KTP? Karena tidak punya KK. Kenapa tidak bisa punya KK? Karena tidak punya surat nikah. Akhirnya sampai seterusnya begitu juga anak-anaknya. Akhirnya seperti itu,” jelas dia.

Baca juga: Ada 15 Titik Semburan Lumpur Panas Muncul di Mandailing Natal

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Komisi IX DPR RIMasyarakat AdatMenteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBNNeng Eem Marhamah Zulfa HizSuku Anak Dalam

Editor

Next Post
Masyarakat Halmahera Timur melakukan aksi menolak tambang di tanah adatnya dan mengalami represi polisi, 28 April 2025. Foto Dok. Jatam.

Menolak Tambang, Masyarakat Adat Halmahera Timur Alami Represi Polisi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media