Senin, 6 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nikmati Fenomena Astronomi 2025 dari Parade Planet hingga Hujan Meteor  

Sesekali lihatlah ke langit malam hari. Banyak benda menakjubkan yang dapat dinikmati keindahannya dan digali kekayaan pengetahuannya.

Kamis, 5 Desember 2024
A A
Ilustrasi hujan meteor. Foto DivineLeaders/pixabay.com.

Ilustrasi hujan meteor. Foto DivineLeaders/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Hujan meteor yang ditunggu

Selain itu, Puan juga menjelaskan ada fenomena menarik yang biasanya ditunggu masyarakat, yaitu hujan meteor. Hujan meteor merupakan peristiwa tahunan yang terjadi pada waktu yang kurang lebih sama. Hujan meteor ini disebabkan debu sisa komet dan asteroid yang berada pada orbit Bumi.

“Jika Bumi melewati lokasi tempat debu tadi berada, maka hujan meteor akan terjadi. Pada waktu yang sama setiap tahunnya,” ucap dia.

Lebih lanjut Puan menguraikan hujan meteor yang akan terjadi pada 2025. Pertama, hujan meteor Quadrantids, dapat terlihat sekitar akhir Desember hingga tengah Januari. Kedua, hujan meteor Lyrids, dapat terlihat pada pertengahan April. Ketiga, hujan meteor Eta Aquariids, dapat terlihat pada pertengahan April hingga Mei.

Baca Juga: Pelepasliaran Kasuari Selatan di Hutan Keramat Masyarakat Adat Papua

Keempat, hujan meteor Perseids, dapat terlihat pada pertengahan Juli hingga akhir Agustus. Kelima, hujan meteor Draconids, dapat terlihat pada bulan Oktober. Keenam, hujan meteor Orionids, dapat terlihat pada bulan Oktober. Ketujuh, hujan meteor Leonids, dapat terlihat pada bulan November. Kedelapan, hujan meteor Geminids, terlihat pada Desember.

Nikmati keindahan langit malam

Fenomena astronomi yang terjadi pada 2025 dapat diamati dengan dua cara, yakni secara langsung dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera. Beberapa fenomena dapat disaksikan tanpa alat khusus, asalkan langit cerah dan bebas dari awan, antara lain hujan meteor, parade planet, dan gerhana bulan total.

Penggunaan peta Bintang, baik dalam bentuk aplikasi ponsel maupun manual akan sangat membantu pengamat dalam menemukan posisi planet atau hujan meteor di langit. Sementara fenomena yang membutuhkan teleskop dan kamera, seperti okultasi bintang, memerlukan peralatan lebih canggih untuk dapat diamati dengan jelas.

Baca Juga: Ketebalan ‘Salju Abadi’ Jayawijaya 32 Meter Tahun 2010, Kini Tinggal 4 Meter

Para peneliti di Pusat Riset Antariksa sudah melakukan penelitian terkait gerhana Matahari, pengaruh fase bulan pada pasang surut di Bumi, dan melakukan pengamatan terkait okultasi berkolaborasi dengan pihak internal maupun eksternal. Riset antariksa juga bisa diikuti mahasiswa magang dan tugas akhir melalui skema-skema yang sudah disediakan oleh BRIN, yaitu asisten riset, bimbingan tugas akhir dan program kuliah lapangan.

“Semoga dengan sharing informasi kali ini bisa memicu rasa ingin tahu teman-teman mengenai fenomena astronomi dan keilmuan astronomi secara umum. Sekali-sekali, cobalah melihat ke langit pada malam hari. Banyak sekali benda menakjubkan yang dapat dinikmati keindahannya dan juga digali kekayaan pengetahuannya,” pinta Gerhana. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINfenomena astronomigerhana bulangerhana Mataharihujan meteor

Editor

Next Post
Salah satu jembatan putus di Sukabumi akibat banjir dan longsor, 5 Desember 2024. Foto Dok. BNPB.

Banjir dan Longsor di Sukabumi, Lima Tewas dan 10 Jembatan Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Kebun eukaliptus PT Adindo Hutan Lestari di Kalimantan Utara. Foto Yayasan Auriga Nusantara.Mengapa Viskosa Harus Masuk Aturan UU Anti Deforestasi Uni Eropa?
    In Rehat
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi salah satu kucing ras jumbo. Foto Kadisha/Pixabay.com.Mengenal Kucing Ras Jumbo untuk Dipelihara di Rumah
    In Rehat
    Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media