Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nyoman Kertia, Tanaman Herbal Potensial Gantikan Obat-obatan Kimia

Minim minat untuk memberdayakan metode pengobatan tradisional dalam praktik medis. Pilih menggunakan bahan baku obat kimia yang 90 persen masih impor.

Jumat, 27 Desember 2024
A A
Pakar tanaman obat tradisional, Prof. Nyoman Kertia. Foto Istimewa.

Pakar tanaman obat tradisional, Prof. Nyoman Kertia. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu riset yang ia lakukan adalah pengobatan tradisional penyembuhan penyakit Osteoarthritis atau peradangan kronis di sendi.

Baca juga: Ini Prakiraan Cuaca Selama Libur Nataru hingga 5 Januari 2025 di Pulau Jawa

Kertia membandingkan antara metode pengobatan modern menggunakan Piroxicam, sementara pengobatan tradisional menggunakan tanaman herbal seperti kunyit, jahe, dan bawang merah. Baik Piroxicam maupun tanaman herbal ini memiliki kandungan anti-inflamasi yang berfungsi untuk meredakan peradangan.

Namun, dari hasil penelitian menunjukkan, bahwa pengobatan tanaman herbal mampu menghambat perkembangan osteoartritis dengan risiko lebih rendah.

Selain obat-obatan herbal, Kertia juga menggabungkan metode penyembuhan tradisional lainnya seperti akupuntur, pijat tradisional, dan meditasi. Menurut dia, metode penyembuhan tradisional juga diwariskan nenek moyang secara turun temurun melalui kearifan lokal Nusantara ini patut dipelihara dan dikembangkan.

Baca juga: Anggota Baleg DPR, RUU Masyarakat Adat Mendesak agar Tak Terusir dari Tanah Leluhur

Ketekunan Kertia pada pengembangan obat tradisional ini mengantarkannya mendapatkan Penghargaan Anugerah UGM untuk bidang obat-obatan dan kebudayaan Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Rektor UGM Prof. Ova Emilia pada puncak Dies Natalis UGM, Kamis, 19 Desember 2024.

Kertia mengaku bersyukur mendapatkan penghargaan tersebut dan berharap makin memotivasi dirinya dan peneliti lain agar lebih banyak melakukan riset yang mendalami tentang potensi obat tradisional dan tanaman herbal Indonesia. Tidak hanya sebagai metode penyembuhan, namun juga untuk mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Saya merasa bersyukur karena UGM memperhatikan kesehatan masyarakat melalui kearifan budaya leluhur, khususnya minuman jamu dan obat-obatan herbal,” ujar dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FK-KMK UGMNyoman Kertiaobat kimiatanaman herbal

Editor

Next Post
Ilustrasi tsunami. Foto KELLEPICS/pixabay.com.

Riset BRIN, Potensi Tsunami di Jakarta 2,5 Jam Usai Megathrust Selatan Jawa

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media