Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Oktober 2025, KLH Terbitkan Aturan Pemanfaatan Sampah Organik untuk Pupuk Organik

Kamis, 11 September 2025
A A
Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.

Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga kini, sekurangnya 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih menggunakan sistem open dumping. Sementara data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah sepanjang 2024 mencapai 27,74 juta ton atau sekitar 76 ribu ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah makanan sisa menjadi penyumbang terbesar, hampir 40 persen, yang akhirnya menumpuk di TPA.

Artinya, persoalan sampah di Indonesia kembali menjadi sorotan mengingat berbagai TPA kelebihan kapasitas. Bahkan pernah menimbulkan bencana longsor di TPA Leuwigajah, Cimahi, pada 2005.

Menjawab tantangan ini, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan inisiatif strategis berupa penyusunan kebijakan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk organik dan pembenah tanah. Kebijakan ini menargetkan pengelolaan sampah organik hingga 100 persen pada 2029 sesuai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Baca juga: Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN, Krisis Lingkungan Global Tak Kenal Batas Negara

Selain menjadi solusi terhadap persoalan lingkungan, kebijakan ini juga diharapkan mendukung swasembada pangan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, menjaga kesuburan tanah, serta memperkuat ketahanan energi dan pemulihan lahan kritis.

Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumberdaya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Noer Adi Wardojo, menegaskan pengelolaan sampah organik merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengubah limbah menjadi sumber daya produktif melalui ekonomi sirkuler.

“Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong budaya bersih di tengah masyarakat sekaligus memperkuat layanan publik yang berorientasi keberlanjutan,” jelas Noer Adi, Kamis, 11 September 2025.

Baca juga: Blood Moon, Fenomena Alam Saat Bulan Purnama dan Dapat Diprediksi Jauh Hari

Inisiatif ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, NGO, dan masyarakat. Model bisnis berbasis ekonomi sirkular akan menghubungkan rantai dari hulu ke hilir, mulai dari pemilahan sampah di sumber, pengumpulan terpilah, pengolahan dengan teknologi terbukti, hingga distribusi pupuk organik yang dihasilkan.

Dampaknya diharapkan tidak hanya bagi lingkungan. Melainkan juga peningkatan kesejahteraan petani dan komunitas lokal yang menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan.

Pertemuan konsultasi pertama bersama para pemangku kepentingan telah digelar pada 22 Agustus 2025. Hasilnya, stakeholders memberi dukungan dan menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra dalam implementasi kebijakan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua September, sebelum aturan resmi diterbitkan pada Oktober 2025.

Baca juga: Legislator NTT Desak APH Ungkap Kasus Kematian Vian Ruma Sesuai Fakta

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekonomi sirkularGerakan Pilah SampahKementerian Lingkungan Hiduppupuk organiksampah organik

Editor

Next Post
Sampah organik dari sisa makanan program MBG di SPPG Sayang-Sayang, Mataram, NTB. Foto Dok. KLH.

Potret Baik Buruk Pengelolaan Sampah Sisa Makanan Program MBG

Discussion about this post

TERKINI

  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media