Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelajar Muhammadiyah Gelar Aksi untuk Iklim di 110 Titik: Waktu Kita Tidak Banyak

Senin, 31 Oktober 2022
A A
Aksi pelajar untuk iklim di tepi lubang bekas tambang, Kalimantan Selatan. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim bersama para santri. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan membersihkan sampah di pantai. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Lampung Tengah. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Lampung Utara. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Tanggamus, Lampung. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan menanam mangrove. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan berbagi bibit pohon secara gratis untuk masyarakat. Foto dok. IPM
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Komunitas Student Earth Generation bersama Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah menggelar Aksi Pelajar untuk Iklim di 110 titik daerah di Indonesia pada 30 Oktober 2022. Mereka melakukan aksi land mark, tanam pohon, sedekah pohon, aksi jalanan, bersih pantai dan sungai, serta kegiatan lainnya.

Menurut Koordinator Nasional Aksi Pelajar untuk Iklim, Kholida Annisa, aksi yang diikuti pelajar-pelajar Muhammadiyah tersebut tak hanya digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Melainkan juga merespons perhelatan besar KTT G20 di Bali dan COP 27 di Mesir pada November 2022.

Baca Juga: Belajar dari Obat Sirop Bermasalah, Begini Cara Bijak Menggunakan Obat

Mengingat dua perhelatan itu akan menyoroti langkah kebijakan iklim di seluruh dunia. Para pelajar bergerak untuk menyuarakan keadilan iklim dan bangkitkan kesadaran atas ancaman krisis iklim.

“Permasalahan kerusakan lingkungan adalah permasalah bersama. Apapun agama, umur, dan latar belakangnya,” kata Kholida.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini, Masyarakat Aceh dan Sumut Waspadai Dampak Hujan Lebat

Kerusakan lingkungan masa kini yang disebabkan perilaku manusia masa lalu, lanjut Kholida, membuat generasi muda memiliki beban dan tugas ganda pada masa depan. Yakni membangun Indonesia lebih maju dan menyelamatkan masa depan bangsa ini dari bahaya ancaman krisis iklim.

“Cuaca ekstrem dan kenaikan suhu bumi sudah terjadi di depan mata kami saat kami sedang bertumbuh mencapai cita-cita,” kata Kholida.

Baca Juga: Dampak Bencana Hidrometeorologi Pemkab Majene Tetapkan Status Siaga

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Aksi IklimAksi Pelajar untuk IklimHari Sumpah PemudaIPMKrisis Iklimlintas agamaPBB

Editor

Next Post
Taufan, salah satu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di PLG Way Kambas tiba-tiba mati mendadak. Foto Balai TNWK.

Kabar Duka dari PLG Way Kambas, Taufan Gajah Sumatera Mati Mendadak

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media