Sabtu, 19 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pelajar Muhammadiyah Gelar Aksi untuk Iklim di 110 Titik: Waktu Kita Tidak Banyak

Senin, 31 Oktober 2022
A A
Aksi pelajar untuk iklim di tepi lubang bekas tambang, Kalimantan Selatan. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim bersama para santri. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan membersihkan sampah di pantai. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Lampung Tengah. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Lampung Utara. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim di Tanggamus, Lampung. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan menanam mangrove. Foto dok. IPM
Aksi pelajar untuk iklim dengan berbagi bibit pohon secara gratis untuk masyarakat. Foto dok. IPM
Share on FacebookShare on Twitter

Perlu kerjasama yang kuat antara generasi muda dan generasi sebelumnya. Untuk generasi lintas agama, aksi menjaga lingkungan adalah aksi universal sebagai wujud spiritualitas dari keimanan.

Kurang lebih ada 200 ayat Al-Qur’an yang memberi pesan tentang lingkungan dan perawatan bumi. Misalnya, meletakkan kesadaran mengenai peringatan kerusakan alam (QS Ar Rum:41) yang disebabkan manusia dan dorongan perlunya upaya perbaikan atas kerusakan tersebut (QS Ar Rahman:7).

Baca Juga: Tari Kreasi Tolak Bala Asal Sumbawa Ingatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Pelajar sebagai generasi muda pemimpin dunia harus melek isu krisis iklim. Pendidikan sekolah tentang lingkungan hidup menjadi hak penuh yang harus didapatkan siswa. Faktanya, semakin banyak pelajar di dunia yang peduli dengan bumi. Gerakan seperti Fridays for Future menjadi contoh besar kekhawatiran kaum muda akan nasib bumi di masa depan.

“Kami berani di garda terdepan. Kami akan lebih kuat apabila mendapat kebijakan yang melindungi kami bergerak dan berjuang,” tegas Kholida.

Baca Juga: Makassar Jadi Kota dengan Tingkat Pergeseran Iklim Tertinggi di Indonesia

Kegiatan ini tersebut merupakan langkah kecil. Butuh lebih banyak aksi iklim yang kongkrit, kuat, dan cepat untuk memastikan kenaikan rata-rata suhu bumi tidak melebihi 1,5 derajat Celcius. Sebagaimana komitmen para pemimpin dunia dalam Perjanjian Paris 2015 dan Peringatan PBB atas kode merah penyelamatan bumi.

“Solusinya sudah jelas. Dan waktu kita tidak banyak,” kata Kholida. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aksi IklimAksi Pelajar untuk IklimHari Sumpah PemudaIPMKrisis Iklimlintas agamaPBB

Editor

Next Post
Taufan, salah satu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di PLG Way Kambas tiba-tiba mati mendadak. Foto Balai TNWK.

Kabar Duka dari PLG Way Kambas, Taufan Gajah Sumatera Mati Mendadak

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media