Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemetaan Daerah Rawan Pascaerupsi Gunung Ibu, Waspada Banjir dan Gempa Bumi

Minggu, 9 Juni 2024
A A
Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Proses monitoring visual wilayah rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu menggunakan pesawat nirawak (drone) Wingtra Gen-2 oleh tim pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah selesai. Tim BNPB yang terdiri dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), Direktorat Pemetaan Risiko Bencana dan Direktorat Mitigasi itu menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di desa-desa yang dilalui jalur sungai berhulu di lereng gunung berketinggian 1.325 mdpl itu.

Hasil pemetaan visual udara itu dicetak dengan ukuran besar dan dipasang di pos pengungsian agar masyarakat dapat melihat kondisi geografis dan topografi di wilayah permukiman mereka. Tim juga membagikan informasi melalui perangkat komputer jinjing untuk menunjukan di mana wilayah permukiman mereka, apa saja potensi risiko bencananya dan bagaimana langkah mitigasi serta antisipasinya.

“Agar masyarakat bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan apabila muncul tanda-tanda atau beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya bencana sekunder erupsi Gunung Ibu yang masih berstatus Awas itu,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis tertanggal 8 Juni 2024.

Baca Juga: Eka Djunarsjah, Perlindungan Lingkungan Laut Syarat Mutlak Pembangunan Berkelanjutan

Enam Desa Prioritas

Tim BNPB memotret aliran sungai yang berhulu ke Sungai Ibu. Foto udara tersebut diolah menjadi peta permukiman di enam desa dengan resolusi tinggi, yaitu untuk Desa Duono, Desa Togoreba Sungi, Desa Togoreba Tua, Desa Naga, Desa Podol dan Desa Togowo.

Apabila dilihat dari udara, jalur aliran sungai itu ditumbuhi beberapa jenis vegetasi yang secara alami tumbuh subur di wilayah lembah di laki Gunung Ibu. Jarak antara sungai dan permukimam penduduk juga bervariasi. Jaraknya berkisar 5 meter – 15 meter. Selain permukiman, wilayah jalur sungai itu juga terdapat tempat ibadah, sekolah, balai pertemuan dan fasilitas umum lainnya.

Tim BNPB memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Pertama, senantiasa memantau kondisi sungai, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu hingga hilir. Jika debit air semakin besar dan air berubah warna menjadi cokelat keruh kehitaman, maka segera lapor ke pemerintah desa setempat dan segera mengambil upaya kesiapsiagaan. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal dekat dengan aliran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Hari Laut Sedunia, Walhi dan Masyarakat Pesisir Serukan Laut untuk Rakyat Bukan Korporasi

Kedua, warga diharapkan dapat menjaga lingkungan sungai dengan tidak menebang pohon, tidak membuang sampah di sungai dan melakukan gotong-royong untuk normalisasi sungai. Jika sungai terhalang material berupa bebatuan maupun potongan batang pohon, maka segera dibersihkan karena dapat menyumbat aliran sungai. Kondisi itu berpotensi terjadi banjir bandang apabila debit air terus meningkat dan daya tampung sungai terbatas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aliran sungaiBNPBDrone Wingtra Gen-2Gunung IbuKementerian PUPRpemetaan daerah rawan pascaerupsiPVMBG

Editor

Next Post
Bantuan air bersih untuk warga di dua desa di Kabupaten Cilacap yang mengalami kekeringan, 8 Juni 2024. Foto BPBD Cilacap.

Ancaman Kekeringan di Sumatra hingga Tahun 2050 dan Suhu Jakarta Naik Tajam

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media