Senin, 4 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemetaan Daerah Rawan Pascaerupsi Gunung Ibu, Waspada Banjir dan Gempa Bumi

Minggu, 9 Juni 2024
A A
Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Proses monitoring visual wilayah rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu menggunakan pesawat nirawak (drone) Wingtra Gen-2 oleh tim pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah selesai. Tim BNPB yang terdiri dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), Direktorat Pemetaan Risiko Bencana dan Direktorat Mitigasi itu menindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di desa-desa yang dilalui jalur sungai berhulu di lereng gunung berketinggian 1.325 mdpl itu.

Hasil pemetaan visual udara itu dicetak dengan ukuran besar dan dipasang di pos pengungsian agar masyarakat dapat melihat kondisi geografis dan topografi di wilayah permukiman mereka. Tim juga membagikan informasi melalui perangkat komputer jinjing untuk menunjukan di mana wilayah permukiman mereka, apa saja potensi risiko bencananya dan bagaimana langkah mitigasi serta antisipasinya.

“Agar masyarakat bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan apabila muncul tanda-tanda atau beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya bencana sekunder erupsi Gunung Ibu yang masih berstatus Awas itu,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis tertanggal 8 Juni 2024.

Baca Juga: Eka Djunarsjah, Perlindungan Lingkungan Laut Syarat Mutlak Pembangunan Berkelanjutan

Enam Desa Prioritas

Tim BNPB memotret aliran sungai yang berhulu ke Sungai Ibu. Foto udara tersebut diolah menjadi peta permukiman di enam desa dengan resolusi tinggi, yaitu untuk Desa Duono, Desa Togoreba Sungi, Desa Togoreba Tua, Desa Naga, Desa Podol dan Desa Togowo.

Apabila dilihat dari udara, jalur aliran sungai itu ditumbuhi beberapa jenis vegetasi yang secara alami tumbuh subur di wilayah lembah di laki Gunung Ibu. Jarak antara sungai dan permukimam penduduk juga bervariasi. Jaraknya berkisar 5 meter – 15 meter. Selain permukiman, wilayah jalur sungai itu juga terdapat tempat ibadah, sekolah, balai pertemuan dan fasilitas umum lainnya.

Tim BNPB memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Pertama, senantiasa memantau kondisi sungai, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu hingga hilir. Jika debit air semakin besar dan air berubah warna menjadi cokelat keruh kehitaman, maka segera lapor ke pemerintah desa setempat dan segera mengambil upaya kesiapsiagaan. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal dekat dengan aliran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Hari Laut Sedunia, Walhi dan Masyarakat Pesisir Serukan Laut untuk Rakyat Bukan Korporasi

Kedua, warga diharapkan dapat menjaga lingkungan sungai dengan tidak menebang pohon, tidak membuang sampah di sungai dan melakukan gotong-royong untuk normalisasi sungai. Jika sungai terhalang material berupa bebatuan maupun potongan batang pohon, maka segera dibersihkan karena dapat menyumbat aliran sungai. Kondisi itu berpotensi terjadi banjir bandang apabila debit air terus meningkat dan daya tampung sungai terbatas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aliran sungaiBNPBDrone Wingtra Gen-2Gunung IbuKementerian PUPRpemetaan daerah rawan pascaerupsiPVMBG

Editor

Next Post
Bantuan air bersih untuk warga di dua desa di Kabupaten Cilacap yang mengalami kekeringan, 8 Juni 2024. Foto BPBD Cilacap.

Ancaman Kekeringan di Sumatra hingga Tahun 2050 dan Suhu Jakarta Naik Tajam

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media