Sabtu, 19 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pemetaan Daerah Rawan Pascaerupsi Gunung Ibu, Waspada Banjir dan Gempa Bumi

Minggu, 9 Juni 2024
A A
Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Sosialisasi pemetaan daerah rawan bencana pascaerupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, 7 Juni 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga, warga juga diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa bumi. Sebab tumpukan material vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Ibu telah melebar ke wilayah utara dan barat laut. Gempa bumi dapat menjadi faktor pemicu longsornya material vulkanik berupa pasir dan bebatuan, terutama apabila terjadi hujan yang berkonsentrasi di wilayah hulu atau puncak kawah utama.

Rencana Kontijensi

Sebelumnya, tim pemetaan juga telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat dan Kodim 1501 Ternate. Upaya tersebut merupakan langkah awal rencana kontijensi yang harus ditindaklanjuti terkait potensi bencana sekunder erupsi Gunung Ibu.

Baca Juga: Maikel Primus, Lestarikan Lingkungan Hidup di Papua yang Berkelanjutan

Hasil pemetaan Tim BNPB akan dianalisa lebih dalam lagi oleh Tim PVMBG untuk kajian terbaru mengenai deformasi kawah, bukaan mahkota kawah dan besaran serta arah lelehan material vulkanik. Data tersebut akan diolah dan diseminasikan kepada pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait termasuk masyarakat sebagai dasar rekomendasi dari potensi bahaya erupsi Gunung Ibu dan bencana turunannya.

Sementara itu, BWS Maluku Utara di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggunakan data pemetaan Tim BNPB untuk bahan kajian penanganan jangka panjang terkait lahar dingin dengan pemasangan sabo dam, kantung pasir dan sebagainya.

Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Jayapura, Lindu Dalam Goyang Kepulauan Selayar

Untuk jangka pendek, khususnya masa tanggap darurat, Kementerian PUPR menyiagakan alat berat untuk pengerukan dan normalisasi sungai. Tim BWS Maluku Utara juga akan turun ke lapangan secara berkala untuk memonitor langsung apa saja yang perlu dilakukan sebagai antisipasi dan mitigasi bencana sekunder erupsi gunungapi.

Sementara BPBD Kabupaten Halmahera Barat bersama Kodim 1501 dan Polres Halmahera Barat akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memonitor daerah rawan bencana sekunder. Juga mempersiapkan hal-hal lain yang dianggap perlu dalam penguatan mitigasi, kesiapsiagaan hingga kedaruratan bencana. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aliran sungaiBNPBDrone Wingtra Gen-2Gunung IbuKementerian PUPRpemetaan daerah rawan pascaerupsiPVMBG

Editor

Next Post
Bantuan air bersih untuk warga di dua desa di Kabupaten Cilacap yang mengalami kekeringan, 8 Juni 2024. Foto BPBD Cilacap.

Ancaman Kekeringan di Sumatra hingga Tahun 2050 dan Suhu Jakarta Naik Tajam

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media