Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penangkapan Ikan dengan Bom Masih Marak di Indonesia Timur

Minggu, 22 Desember 2024
A A
Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Persoalan pengawasan sumber daya kelautan perikanan masih menjadi tantangan, salah satunya pengawasan yang belum merata. Alhasil masih banyak aktivitas yang merusak, mulai dari membuang sampah ke laut hingga praktik penangkapan ikan menggunakan bom ikan.

“Nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan menyebabkan kerusakan ekosistem laut dan memusnahkan bibit ikan. Ini menyebabkan penurunan hasil tangkapan nelayan tradisional,” kata Ketua Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) Halmahera Selatan, Sahmir Kader dalam Seminar Nasional bertajuk “Digitalisasi Maritim dalam Pengembangan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045” yang diadakan Politeknik Bumi Akpelni, Rabu, 18 Desember 2024.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Ternate, Salman Adam pernah menyaksikan langsung penangkapan ikan dengan cara meledakkan bom di pulau Gafi, Siko, Laigoma dan sekitarnya.

Baca juga: Mahmud Aditya, Pangan Lokal Solusi Makan Siang Gratis 10 Ribuan Tapi Bergizi

Akibatnya, karang banyak yang mati. Nelayan pancing ikan dasar sempat berupaya untuk mencegah, namun pengebom ikan tersebut menggunakan kapal yang kecepatanya jauh di atas rata-rata kapal nelayan kecil.

“Di kapal mereka juga masih banyak bom, sehingga nelayan setempat takut untuk mendekat ataupun melarang aktivitas tersebut,” jelas Salman.

Nelayan Maluku Utara berharap pengawasan laut harus rutin dilakukan untuk menjaga keberlanjutan. Pemda dan pemerintah pusat harus benar-benar memperhatikan nelayan.

Baca juga: Rumah Kaca Kantong Semar di Kebun Raya Cibodas Dibuka Lagi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bom ikanekonomi biruKPPMPI

Editor

Next Post
Pusat gempa 5,2 magnitudo di Samudera Hindia Selatan Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, 23 Desember 2024. Foto BMKG.

Gempa Dangkal Goyang Selatan Sukabumi Jawa Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media