Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penderita TBC Laten Tak Bergejala, Pemerintah Gelar Skrining Tahun Ini

Seperti Covid-19, ternyata penderita TBC juga ada yang tak bergejala. Masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC aktif harus melakukan skrining.

Kamis, 24 Maret 2022
A A
Ilustrasi batuk. Foto nastya_gepp/pixabay.com.

Ilustrasi batuk. Foto nastya_gepp/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Konsumsi obat bagi orang yang diketahui positif TBC adalah paling cepat sepekan sekali selama tiga bulan atau tiap hari selama enam bulan. Masyarakat berisiko TBC laten yang sudah dilakukan tes perlu diyakinkan untuk minum obat.

Kemenkes Rencanakan Skrining TBC Besar-besaran

Untuk menemukan dan mengobati kasus tersebut, Kemenkes berencana melakukan skrining besar-besaran yang akan dilaksanakan tahun ini. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, dokter Didik Budijanto mengungkapkan dari estimasi 824 ribu pasien TBC di Indonesia, baru 49 persen yang ditemukan dan diobati. Artinya, terdapat 500 ribuan orang yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan.

“Upaya penemuan kasus sedini mungkin dan pengobatan secara tuntas sampai sembuh merupakan upaya terpenting dalam pemutusan rantai penularan TBC di masyarakat,” kata Didik.

Pihaknya akan menskrining TBC terhadap 500 ribu kasus yang belum ditemukan. Skrining dilakukan dengan peralatan X-Ray Artificial Intelligence untuk memberikan hasil diagnosis TBC yang lebih cepat dan lebih efisien. Penemuan 500 ribu kasus nantinya diharapkan akan mempercepat eliminasi TBC pada 2030.

Baca Juga: Gangguan Ginjal, Ancaman Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19

Sebanyak 91 persen kasus TBC di Indonesia adalah TBC paru yang berpotensi menularkan kepada orang yang sehat di sekitarnya. Saat ini, penemuan kasus dan pengobatan TBC yang tinggi telah dilakukan di beberapa daerah di antaranya Banten, Gorontalo, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.

Sementara daerah dengan kasus TBC paling banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

“Potensi penularan TBC yang tinggi biasa terjadi di daerah yang padat, kumuh, dan daerah yang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kurang,” ucap Didik.

Gejala-gejala awal muncul TBC pada seseorang dapat berupa batuk karena menyerang saluran pernapasan dan juga organ pernapasan, batuk berdahak terus-menerus selama 2 sampai 3 minggu atau lebih, kemudian sesak napas, nyeri pada dada, badan lemas dan rasa kurang enak badan, nafsu makan menurun, berat badan menurun. Biasanya muncul berkeringat pada waktu malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan apapun. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bakteri TBCbatukbergejalaKemenkeskontak eratskriningTBCTBC latentes tuberkulintuberkolusis

Editor

Next Post
Monumen Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.

Berkunjung ke 10 Lokasi Penanda Jejak Peristiwa Bandung Lautan Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media