Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penebangan Liar Picu Banjir Bandang Sumbawa 12 Rumah Hanyut

Rabu, 5 April 2023
A A
Banjir bandang Sumbawa, NTB, menghanyutkan 12 rumah penduduk. Foto BPBD Sumbawa.

Banjir bandang Sumbawa, NTB, menghanyutkan 12 rumah penduduk. Foto BPBD Sumbawa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dampak penebangan liar banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di 13 desa yang tersebar di lima kecamatan. Banjir bandang Sumbawa menghanyutkan 12 rumah warga, dan sejumlah hewan ternak mati dampak bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa Muhammad Nurhidayat mengatakan, peristiwa banjir bandang diduga disebabkan banyaknya lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi cakupan dan intensitas penyerapan air tanah.

“Banyak lahan tandus akibat penebangan liar,” kata Nurhidayat dalam siaran pers BNPB pada Rabu, 5 April 2023.

Hingga kini dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang menerjang 13 desa pada Selasa, 4 April 2023. Banjir bandang berlangsung saat wilayah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Padang Sidempuan Magnitudo 6,4 Dirasakan Cukup Kuat

“Banjir tiba-tiba datang. Ndak pernah (sebelumnya), baru kali ini banjir yang luar biasa dahsyat,” kata salah satu warga terdampak banjir bandang.

Data yang dihimpun Pusdalops BPBD Kabupaten Sumbawa, banjir bandang berdampak terhadap 829 warga dari 208 kepala keluarga yang tinggal di 13 desa yang tersebar di lima kecamatan, satu pabrik penggilingan hanyut dan  seluas 126 hektar sawah terendam banjir.

Hasil kaji cepat BPBD Sumbawa, terdapat empat desa alami kondisi parah dampak banjir bandang. Di Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, dampak banjir bandang menghanyutkan lima rumah warga, dan merendam 50 hektar areal persawahan terendam, serta jembatan penghubung Desa Lito-Desa Lantung terputus.

Baca Juga: Polusi Udara Penyebab 5 Penyakit Respirasi Berisiko Kematian Tertinggi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir BandangBanjir Bandang SumbawaDeforestasiKabupaten Sumbawapenebangan liarProvinsi Nusa Tenggara Barat

Editor

Next Post
Konversi motor listrik oleh Tim Anargya ITS yang jadi pemenang pada 2022. Foto its.ac.id.

Ini Tahapan Konversi Motor BBM ke Listrik Lewat Platform Digital

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media