Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penelusuran Forensik Kayu dengan Teknologi Berbasis DNA dan Near Infrared

Teknologi identifikasi jenis dan asal-usul kayu berbasis DNA mampu memperkuat sistem timber tracking dan mendukung penegakan hukum kehutanan di Indonesia.

Minggu, 1 Februari 2026
A A
Ilustrasi gelondongan kayu hutan. Foto Dok Soetana Hasby.

Ilustrasi gelondongan kayu hutan. Foto Dok Soetana Hasby.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Longsor Bandung Barat Dipicu Interaksi Faktor Alam dengan Aktivitas Manusia

“Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu,” ujar Lina.

Sementara metode anatomi dan teknologi Direct Analysis in Real Time–Time of Flight Mass Spectrometry (DART-TOF MS) umumnya digunakan untuk identifikasi taksonomi. Sementara isotop, near infrared (NIR), dan genetika lebih kuat untuk penelusuran asal.

Pemanfaatan teknologi NIR dalam mendukung penelusuran asal-usul kayu dan produk kayu adalah untuk menjamin traceability, legalitas, serta keberterimaan dalam perdagangan internasional.

Dalam konteks ini, NIR menempati posisi strategis karena secara teori mampu menjawab kedua kebutuhan, baik taksonomi maupun asal geografis, khususnya pada tahap skrining dan verifikasi cepat.

Identifikasi berbasis kimia melalui chemical fingerprinting dan chemical profiling juga menjadi bagian penting. NIR dan fourier transform infrared (FTIR) memanfaatkan pola spektra sebagai ciri khas material tanpa harus mengidentifikasi setiap senyawa satu per satu.

Baca juga: Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat

NIR bekerja pada rentang spektra 800–2500 nm yang berkaitan dengan vibrasi molekul ikatan OH, CH, dan NH. Dengan bantuan analisis kemometrika, teknologi ini mampu memprediksi sifat material secara cepat, non-destruktif, bahkan real-time.

“Spektra NIR dapat membedakan kontribusi selulosa, hemiselulosa, lignin, hingga ekstraktif, bahkan perbedaan kayu gubal dan kayu teras,” jelas dia.

Keunggulan utama NIR terletak pada kecepatan, preparasi minimal, dan sifatnya yang tidak merusak sampel. Namun metode ini memiliki keterbatasan terkait sensitivitas terhadap variasi fisik sampel dan ketergantungan pada model kalibrasi yang kuat.

Dalam praktik kehutanan dan ilmu kayu, NIR telah dimanfaatkan untuk memprediksi kadar air, sifat mekanis, komposisi kimia, hingga sortasi bahan baku industri.

Sebagai contoh implementasi, Lina mengungkapkan pemanfaatan NIR dalam program International Tropical Timber Organization-Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (ITTO-CITES) di Amerika Selatan untuk memonitor perdagangan kayu mahoni.

Baca juga: Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi

Ia juga memaparkan hasil penelitian penelusuran asal kayu eboni Sulawesi yang dilakukan bersama World Resources Institute. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa NIR berpotensi mendiskriminasi asal geografis eboni berdasarkan kandungan ekstraktif dan pola spektranya.

“Kayu eboni dikenal keras dan awet, namun tergolong rentan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature), sehingga pengawasan perdagangannya menjadi krusial,” kata dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Asal Usul KayuFakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversitySilvikultur IPB Universityteknologi DNATeknologi Identifikasi KayuTeknologi Near Infrared

Editor

Next Post
PLTU Cirebon. Foto Kementerian ESDM.

PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Bukti Komitmen Transisi Energi Rapuh dan Tidak Akuntabel

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media