Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penerima Kalpataru 2024 dari Profesor Mangrove hingga Pendaur Ulang Sampah

Rabu, 5 Juni 2024
A A
Sepuluh Penerima Penghargaan Kalpataru 2024, 5 Juni 2024. Foto PPID KLHK.

Sepuluh Penerima Penghargaan Kalpataru 2024, 5 Juni 2024. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertema “Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience”, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar memberikan penghargaan Kalpataru kepada 10 Pahlawan Lingkungan. Mereka dinilai mempunyai dedikasi dan konsistensi dalam  menjaga, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan.

“Serta kualitas sosial masyarakat sekitar menjadi lebih baik. Mereka pun patut dijadikan teladan bagi masyarakat luas,” kata Siti usai menyerahkan Penghargaan Kalpataru di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024.

Penghargaan Kalpataru diberikan kepada 10 orang atau kelompok. Penghargaan dibagi menjadi empat bidang, yaitu konservasi, pencemaran dan perubahan iklim, ekonomi hijau atau biru serta hukum dan budaya. Adapun penerima Kalpataru 2024 terdiri dari 4 penerima kategori Perintis Lingkungan, 1 penerima kategori Pengabdi Lingkungan, 3 penerima kategori Penyelamat Lingkungan dan 2 kategori Pembina Lingkungan.

Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Ini Pesan Walhi untuk Pemerintah Terpilih

Empat penerima untuk kategori Perintis Lingkungan adalah Adolof Olof Wonemseba (Papua Barat), dengan kegiatan konservasi karang Kima; Infirmus Abi (NTT) dengan kegiatan konservasi sumber daya air; Sururi (Jawa Tengah) yang mendapat julukan Profesor Mangrove; dan Komang Anik Sugiani (Bali) yang fokus pada penanganan sampah.

Kategori Pengabdi Lingkungan diraih Idi Bantara yang merupakan Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih Lampung. Lewat collaborative management, ia berhasil menangani koflik sekaligus mengajak warga untuk berkebun alpukat sieger.

Tiga penerima Kalpataru untuk kategori Penyelamat Lingkungan adalah Masyarakat Hukum Adat (MHA) Punan Batu Benau Sajau Kalimantan Utara; Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Baumbai Bebudaya sebagai pelestari pesut Mahakam; dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi (Yogyakarta) melalui kegiatan konservasi air, burung, dan karst.

Baca Juga: Din Syamsuddin, Muhammadiyah Harus Tolak Konsesi Tambang karena Lingkaran Setan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Lingkungan Hidup SeduniaMenteri LHK Siti NurbayaPahlawan LingkunganPenghargaan Kalpataru

Editor

Next Post
Parade Budaya yang digelar Jampiklim Jogja untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di depan Gedung Agung Yogyakarta, 5 Juni 2024. Foto Jampiklim.

Jampiklim Desak Pemerintah Cabut Regulasi dan Proyek yang Eksploitasi Alam

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media